PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Liga 4 Zona Riau 2026 mulai bergulir Kamis (15/1) sore ini. Kompetisi ini rencananya dibuka oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho di Stadion Gelora Hang Tuah, Jalan Palembang, Kecamatan Kulim, mulai pukul 15.00 WIB.
Persiapan telah dimatangkan. “Sesuai rencana, pembukaan akan dilakukan oleh Plt Gubri dan Wali Kota Pekanbaru. Semoga keduanya bisa hadir,” ujar Direktur Kompetisi PSSI Riau, M Isnaini, kepada Riau Pos, Rabu (14/1). “Pencinta sepakbola di Riau silakan datang, turnamen ini terbuka untuk umum,” tambahnya.
Kemarin, PSSI Riau telah menggelar Match Coordination Meeting (MCM) di Ruang Rapat Sekretariat PSSI Riau, Jalan Pattimura. Seluruh perwakilan dari sembilan tim hadir dalam pertemuan tersebut. MCM ini bertujuan untuk mematangkan persiapan pertandingan, sebab usai pembukaan akan langsung digelar laga perdana antara PSC Young Abadi melawan WGroup, kemudian dilanjutkan laga PS Siak melawan Nabil FC pada pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: Abiyu dan M Try Saputra Dipanggil Pelatnas Lagi
Sebelumnya, manager meeting dan drawing telah dilaksanakan pada Ahad (11/1). Dari sembilan tim peserta, kompetisi dibagi menjadi dua grup. Grup A terdiri dari lima tim, yakni PSC Young Abadi FC, WGroup, PS Siak, Kampar Junior FC, dan Nabil FC. Sedangkan Grup B diisi oleh Tunas Negeri Pekanbaru, EBR Pekanbaru, Jaya Raya Pekanbaru, dan Wahana FC.
Kompetisi ini menggunakan sistem kompetisi penuh dua putaran yang berlangsung hingga 1 Februari. Putaran pertama digelar hingga 24 Januari, sedangkan putaran kedua dimulai pada 25 Januari hingga 1 Februari. Pertandingan akan dilaksanakan di tiga lokasi (venue). Selain Gelora Hang Tuah, dua lokasi lainnya adalah Lapangan Wahana FC di Jalan Air Hitam dan Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti.
Adapun persyaratan mengikuti Liga 4 Zona Riau adalah klub merupakan anggota atau calon anggota PSSI Riau, pemain kelahiran 1 Januari 2003 hingga 31 Desember 2008, kuota pemain senior maksimal 7 orang, total pemain per klub maksimal 30 orang, serta pelatih kepala minimal memiliki lisensi AFC B Diploma atau PSSI B Diploma.
Baca Juga: Limbah Kayu Cemari Sungai Bukit Batu
Persyaratan lainnya mencakup status pemain yang harus amatir, tidak terdaftar di klub lain, serta wajib membayar biaya kompetisi sebesar Rp10 juta. Selain itu, terdapat iuran tahunan sebesar Rp7,5 juta bagi klub yang tidak aktif pada kompetisi 2024. Sementara itu, bagi klub yang aktif, dikenakan biaya kompetisi Rp10 juta ditambah iuran tahunan Rp5 juta. Bagi tim yang mengikuti Piala Soeratin PSSI Riau 2025, tidak dikenakan iuran tahunan.(das)