PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- PSPS Pekanbaru menjamu Adhyaksa FC Banten pada lanjutan pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025-2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Jumat (23/1/2026) malam. Pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung sengit dan diwarnai keputusan wasit yang menuai protes.
Sejak menit awal, kedua tim langsung tampil agresif. Adhyaksa FC lebih banyak menekan lini pertahanan PSPS Pekanbaru, sementara tuan rumah mengandalkan serangan balik cepat.
PSPS Pekanbaru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-9. Asir Asiz sukses menjebol gawang Adhyaksa FC Banten usai memanfaatkan umpan matang dari Vieri Donny Ariyanto.
Gol tersebut membuat pemain PSPS terpacu untuk menambah gol dengan meningkatkan tempo permainan. Kontroversi mulai terjadi pada menit ke-34. Kiper Adhyaksa FC dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain PSPS Vieri Donny Ariyanto di depan gawang.
Namun, wasit menilai insiden tersebut bukan sebuah pelanggaran sehingga PSPS Pekanbaru gagal mendapatkan hadiah penalti. Memasuki masa tambahan waktu babak pertama selama lima menit, giliran Adhyaksa FC yang mendapatkan penalti.
Wasit menilai kiper PSPS Pekanbaru melakukan pelanggaran terhadap pemain Adhyaksa FC di area terlarang. Keputusan ini memicu protes keras dari kubu PSPS.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, terlihat melakukan protes kepada wasit karena menilai keputusan tersebut tidak adil. Laga sempat terhenti beberapa saat akibat protes tersebut, namun wasit tetap pada keputusannya dan penalti untuk Adhyaksa FC tetap dijalankan.
Gol dari titik putih tersebut membuat Adhyaksa FC Banten berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.(dof)
Editor : Edwar Yaman