Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

La Beneamata Jaga Nama Italia

Tim Redaksi • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:16 WIB

Pio Esposito, Penyerang Inter Milan
Pio Esposito, Penyerang Inter Milan

MILAN (RIAUPOS.CO) - Inter Milan selalu mewakili Italia dalam fase knockout Liga Champions empat musim terakhir. Inter juga membanggakan Italia dengan dua kali lolos ke final meski berakhir sebagai runner-up pada 2022–2023 dan 2024–2025. Musim ini, upaya La Beneamata –julukan Inter– membanggakan Negeri Pizza menemui jalan sulit.

Kalah 1-3 oleh kuda hitam asal Norwegia, FK Bodo/Glimt, dalam first leg playoff fase knockout, Inter dituntut membalikkan keadaan dalam second leg di Stadio Giuseppe Meazza dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 03.00 WIB). ’’Kesempatan kami (lolos ke fase knockout, Red) masih terbuka,’’ klaim allenatore Inter Cristian Chivu kepada Sky Sport Italia.

 Sejatinya, Inter bukan satu-satunya wakil Italia yang berebut slot bermain di fase knockout Liga Champions musim ini. Masih ada Juventus dan Atalanta BC. Namun, dibandingkan kedua kompatriotnya itu, rekam jejak Inter di Liga Champions beberapa musim terakhir masih lebih bagus.      

Jurus Andalan Sepak Pojok

Bermain di kandang sendiri tentu jadi keuntungan bagi Inter. Selain itu, La Beneamata bisa memanfaatkan jurus andalan mereka, yakni klub terbanyak yang mencetak gol dari sepak pojok di lima liga elite Eropa musim ini. Total, Inter sudah mencetak 15 gol lewat tendangan sudut.

Inter melebihi pemuncak klasemen Premier League, Arsenal (14 kali), Tottenham Hotspur (13 kali), dan dua raksasa Bundesliga, masing-masing Bayern Munchen dan Borussia Dortmund (BVB) yang sama-sama mencetak 11 gol dari sepak pojok.

Dalam laga kali ini, Chivu juga berharap besar kepada wingback kiri Federico Dimarco. ’’Kaki kirinya mematikan. Kami tahu kami mampu menuntaskan gol dari situasi ini (bola sepak pojok, red),’’ tutur Chivu.

Sebagai contoh saat lawan US Lecce di Serie A akhir pekan lalu (21/2). Bek tengah Inter Manuel Akanji mampu memanfaatkan sepak pojok menjadi gol. Kepada DAZN Italia, Akanji bertekad mengulanginya dini hari nanti. ’’Tidak ada yang berbeda antara Serie A dengan Liga Champions,’’ klaim mantan bek BVB dan Manchester City tersebut.

Sejarah Menanti Superlaget

Dalam sejarah Liga Champions, belum ada klub Norwegia yang sukses mencapai fase knockout Liga Champions sejak 1996–1997. Yaitu sejak Rosenborg BK tersingkir di perempat final 28 tahun silam. Saat itu, Rosenborg disingkirkan wakil Juve dengan gol agregat 1-3.

’’Pelatih kepala kami (Kjetil Knutsen, Red) tak mau berpatokan dengan hasil di masa lalu. Dia selalu meminta kami mengejar capaian untuk masa depan,’’ tutur pelatih mental Glimt, Bjorn Mannsverk, dilansir dari laman resmi klub.(ren/dns/jpg/muh)

Laporan JPG, Milan 

Editor : Arif Oktafian
#inter milan #atlanta #La Beneamata #norwegia #juventus