Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Vinicius Junior Pastikan Real Madrid Lolos ke 16 Besar Liga Champions di Tengah Cemoohan Pendukung Benfica

Edwar Yaman • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:30 WIB

Winger Vinicius Júnior merayakan gol kedua Real Madrid saat mengalahkan Benfica 2-1 pada leg kedua play-off Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid.
Winger Vinicius Júnior merayakan gol kedua Real Madrid saat mengalahkan Benfica 2-1 pada leg kedua play-off Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid.
 

MADRID (RIAUPOS.CO) - Setelah dicemooh dengan keras, Vinícius Júnior kembali menari. Kali ini di depan pendukung Real Madrid sambil memimpin timnya lolos ke babak 16 besar Liga Champions, seminggu setelah menuduh lawannya dari Benfica menghinanya secara rasial.

Pemain Brasil itu mencetak gol pada menit ke-80 untuk memastikan kemenangan 2-1 bagi juara Eropa 15 kali tersebut di leg kedua babak play-off untuk melaju dengan agregat 3-1 di Santiago Bernabeu, Kamsi (26/2/2026) dini hari WIB.

Vinícius Junior merayakan dengan menari di dekat bendera sudut lapangan seperti di leg pertama -- saat itu di depan pendukung Benfica -- yang memicu konfrontasi dengan para pemain tim Portugal dan tuduhan bahwa Gianluca Prestianni menyebutnya dengan hinaan rasis.

 Baca Juga: Tahap II, Kabupaten Kuantan Singingi Dapat Lima Jembatan Merah Putih, Dua Jembatan Segera Diresmikan

"Saya senang Vini menari dan terus menari, itu berarti dia mencetak gol," kata kiper Madrid, Thibaut Courtois.

"Itu Vinícius kita," tambah gelandang Aurélien Tchouaméni, yang mencetak gol pertama Madrid pada menit ke-16, beberapa menit setelah Benfica unggul melalui Rafa Silva.

Prestianni, yang membantah telah menghina Vinícius secara rasial dan telah dibela oleh Benfica, diskors sementara satu pertandingan oleh UEFA dan tidak bermain pada hari Rabu meskipun pemain Argentina itu melakukan perjalanan ke ibu kota Spanyol. UEFA sebelumnya pada hari Rabu menolak banding menit terakhir Benfica terhadap skorsing sementara tersebut.

Sebelum pertandingan, penggemar Madrid menampilkan spanduk bertuliskan "Tidak untuk Rasisme." Sebuah spanduk "hormat" juga ditampilkan di belakang salah satu gawang di Bernabéu. Setelah pertandingan, Madrid mengumumkan akan memulai proses pelarangan terhadap seorang penggemar yang dikeluarkan dari stadion setelah tertangkap kamera televisi memberikan salam Nazi sebelum kick-off.

Para penggemar Madrid juga mencemooh ketika bek tengah Benfica, Nicolás Otamendi, menyentuh bola. Otamendi, yang juga warga negara Argentina, adalah salah satu pemain yang berkonfrontasi dengan Vinícius setelah selebrasi pemain Brasil itu di dekat bendera Benfica.

Yang juga absen dari Benfica adalah pelatih José Mourinho, mantan pelatih Madrid yang diusir keluar lapangan di akhir leg pertama karena mengeluh kepada wasit. Mourinho tidak berpartisipasi dalam konferensi pers pra-pertandingan pada hari Selasa dan diperkirakan akan menonton pertandingan dari tribun di Bernabéu.

Bek Madrid, Raúl Asencio, harus dibawa keluar lapangan dengan tandu dan dibawa ke rumah sakit setempat untuk pemeriksaan setelah benturan keras dengan rekan setimnya, Eduardo Camavinga, di babak kedua.

Bek tengah itu terjatuh keras dan harus dirawat beberapa menit di lapangan. Tim medis membalut lukanya sebelum membawanya keluar lapangan.

Madrid sudah tanpa penyerang Prancis Kylian Mbappé, yang absen pada pertandingan Rabu karena cedera lutut.

"Saya harap cederanya tidak serius, dan dia bisa kembali dalam beberapa hari atau minggu," kata pelatih Madrid Alvaro Arbeloa.

"Tanpa Kylian, kami lebih membutuhkan [Vini]. Dia harus menjadi pemimpin kami."***

 

Editor : Edwar Yaman
#real madrid #vinicius junior #liga champions #16 besar liga champions #benfica