Barcelona (RIAUPOS.CO) - Pedri masih berusia 15 tahun ketika FC Barcelona menyajikan momen comeback (remontada) paling bersejarah klub Catalan tersebut. Tertinggal 0-4 oleh Paris Saint-Germain dalam first leg di Parc des Princes, Paris, Barca –sebutan FC Barcelona– bisa menang 6-1 dalam second leg 16 besar Liga Champions 2016–2017 di Camp Nou.
Dini hari nanti (4/3), Pedri sebagai gelandang Barca harus berjuang melakukan upaya serupa. Kalah 0-4 oleh Atletico Madrid dalam first leg semifinal Copa del Rey di Riyadh Air Metropolitano, Madrid, 13 Februari lalu, Blaugrana –sebutan lain FC Barcelona– harus membalikkannya dalam second leg di Camp Nou (siaran langsung Vidio pukul 03.00 WIB).
’’Kalau ada klub yang mampu membalikkan ketinggalan 0-4, itu adalah kami,’’ klaim Pedri dalam wawancara program ”Gol a Gol” di TV3. ’’Musim lalu, melawan klub yang sama (Atletico), kami sukses menciptakan empat gol dalam 70 menit. Kami masih percaya dengan peluang kami,’’ sambung Pedri merujuk first leg semifinal Copa del Rey 2024–2025 yang berkesudahan 4-4 di Camp Nou.
Yamal Ketagihan Hat-trick
Konfidensi Barca melakukan remontada turut diusung wide attacker Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun itu mencatatkan hat-trick pertama bersama Barca ke gawang Villarreal CF dalam jornada ke-26 LALIGA di Camp Nou dua hari lalu (1/3).
Dalam wawancara kepada Movistar Plus+, Yamal berambisi mengulang hat-trick itu lagi lawan Atletico. ’’Apakah aku berada dalam versi terbaikku (saat ini)? Aku akan memberi tahu kalian setelah melakukannya (hat-trick ke gawang Atletico dini hari nanti, Red),’’ tutur Yamal.
Musso Membidik Keempat
Sementara itu, di balik kiprah Atletico melangkah ke semifinal Copa del Rey, ada sosok hebat di bawah mistar gawang. Bukan Jan Oblak, portero utama. Tetapi Juan Musso, portero kedua Atletico.
Bersama Musso, gawang Los Colchoneros –julukan Atletico– tidak kemasukan dalam tiga laga beruntun di Copa del Rey. Kiper 31 tahun berkebangsaan Argentina itu pun membidik nirbobol keempat.
Dilansir dalam Mundo Deportivo, entrenador Atletico Diego Simeone tidak mau Musso terbebani dengan rekornya sendiri musim ini. Simeone menyadari, Barca pasti memforsir gol sejak dini. ”Kami ingin lolos. Tidak harus itu (nirbobol),’’ kata pelatih yang juga kompatriot Musso tersebut.(ren/dns/jpg/muh)
Laporan JPG, Barcelona
Editor : Arif Oktafian