Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menanti Hasil Sentuhan John Herdman

Tim Redaksi • Jumat, 27 Maret 2026 | 11:59 WIB

John Herdman
John Herdman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Era baru Tim Nasional Indonesia dimulai. Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, tidak hanya ingin memberikan semangat baru, tetapi juga level dan identitas baru. Perubahan itu akan mulai diperlihatkan kepada publik saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, malam ini pukul 20.00 WIB (siaran langsung Indosiar).

Bagi Herdman, pertan­dingan malam ini menjadi titik awal transformasi permainan Indonesia. Mantan pelatih Timnas Kanada itu mencoba menggeser wajah tim dari yang selama ini dikenal solid dalam bertahan menjadi lebih fleksibel dan dinamis saat menyerang.

Dalam analisisnya, pelatih asal Inggris itu melihat pondasi Timnas Indonesia sebenarnya sudah cukup kuat, terutama dalam aspek pertahanan dan kekom­pakan tim. Namun, untuk bersaing di level internasional, hal itu saja belum cukup. “Banyak hal yang saya sukai, terutama kemampuan bertahan dan kekompakan tim. Namun, kami harus meningkatkan transisi menyerang dan organisasi serangan agar lebih dinamis dan langsung,” ujarnya dalam sesi konferensi pers jelang laga kemarin (26/3).

Masih Mudah Terbaca Lawan Masalah utama yang coba dibenahi Herdman adalah soal adaptabilitas. Dalam beberapa laga sebelumnya, permainan Indonesia dinilai masih mudah terbaca lawan. Pola serangan yang monoton membuat tim kesulitan saat menghadapi tekanan tinggi.

Karena itu, Herdman menekankan pentingnya fleksibilitas taktik. Tim harus mampu beradaptasi, baik sebelum pertandingan maupun di tengah laga berjalan. Meski membawa ide baru, Herdman tetap berdiri di atas pondasi lama. Ia mengakui kontribusi Shin Tae-yong yang membangun struktur pertahanan kokoh serta Patrick Kluivert yang mulai memperkenalkan pendekatan menyerang.

Pelatih 50 tahun itu juga berusaha mengoptimalkan potensi yang ada. “Secara keseluruhan, saya ingin memaksimalkan potensi pemain seperti Elkan Baggott, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan lainnya. Kemudian, menyesuaikan gaya bermain dengan kekuatan mereka,” ungkap mantan pelatih FC Toronto tersebut.

Target Lolos Piala Dunia 2030 Dalam pertandingan hari ini, Herdman menyadari bahwa para suporter dan masyarakat Indonesia ingin skuad Garuda mengalahkan Saint Kitts and Nevis. Menurutnya, memenangi pertandingan memang pen­ting, tetapi berproses juga tidak kalah penting.

“Kami sudah meraih ba­nyak ‘kemenangan kecil’ pekan ini, seperti membangun budaya performa tinggi dan menyatukan pemain lokal dan internasional. Sepak bola internasional adalah proses bertahap. Target utama adalah lolos ke Piala Dunia 2030. Setiap langkah menuju ke sana sangat berarti. Jika menang sekarang, itu bagus untuk kepercayaan diri. Jika tidak, kami tetap belajar dan berkembang,” tandasnya.

Peringkat Terpaut Jauh Di sisi lain, pelatih Saint Kitts and Nevis, Marcelo Serrano, menyadari bahwa timnya tidak diunggulkan. Apalagi, berdasarkan peringkat FIFA, kedua tim terpaut jauh. Indonesia kini menempati peringkat ke-121 dunia, sedangkan Saint Kitts and Nevis berada di urutan ke-154 dunia. Meski demikian, Marcelo mengaku tidak gentar.

“Kami adalah tipe orang yang tidak melihat angka terlebih dahulu karena angka hanyalah persamaan matematika. Sejak sepakbola ditemukan, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun,” ujarnya.

Karena itu, pelatih asal Brazil tersebut akan memotivasi para pemainnya untuk tidak merasa kalah sebelum bertanding. “Tim kami diisi para pekerja keras. Mereka adalah manusia yang hebat. Saya percaya mereka bisa mengalahkan siapa pun,” tegasnya.(fiq/ali/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#piala dunia 2030 #fifa series 2026 indonesia #sugbk #John Herdman pelatih Timnas Indonesia #Saint Kitts and Nevis