PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 musim 2025/2026 (Pegadaian Championship), Sabtu (28/3/2026) malam di Stadion Utama Sumatera Utara.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Tuan rumah PSMS Medan yang dikenal dengan julukan Ayam Kinantan langsung tampil menekan. Namun, PSPS Pekanbaru mampu mengimbangi permainan dengan disiplin tinggi serta sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.
Laga berjalan keras di awal babak pertama. Pada menit ke-4, wasit mengeluarkan kartu kuning kepada Nazar Nurzaidin usai melakukan pelanggaran terhadap pemain PSPS.
Memasuki menit ke-10, kedua tim masih kesulitan menciptakan peluang matang. Permainan lebih banyak berkutat di lini tengah dengan pola operan pendek yang rapi dari kedua kesebelasan.
Peluang emas pertama bagi PSMS hadir pada menit ke-13 melalui striker Felipe Cadenazzi. Namun, meski berdiri bebas di depan gawang, sepakannya masih mampu diblok lini pertahanan PSPS dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-28. Berawal dari bola mati di tengah lapangan, umpan panjang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Antonio Gamaroni yang langsung melepaskan tembakan ke gawang PSMS. Bola gagal diantisipasi kiper Reky Rahayu dan membawa PSPS unggul 1-0.
Gol tersebut sempat menuai kontroversi setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Namun, setelah wasit utama melakukan pengecekan melalui VAR, gol Gamaroni akhirnya disahkan.
Tertinggal satu gol, PSMS meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya lini belakang PSPS membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSPS nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-49, namun peluang tersebut gagal dimaksimalkan.
Sementara itu, PSMS terus menekan melalui sejumlah peluang beruntun pada menit ke-56 hingga 58, tetapi kiper Erlangga Setyo tampil sigap mengamankan gawangnya.
Peluang kembali dimiliki PSMS pada menit ke-63 lewat Clayton da Silva, namun penyelesaiannya belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Epson Dorong Efisiensi dan Keberlanjutan lewat Solusi Printing Modern
Gol yang ditunggu publik tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-66. Nazar Nurzaidin berhasil memanfaatkan peluang dan menjebol gawang PSPS yang dikawal Erlangga Setyo, mengubah skor menjadi 1-1.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Wasit sempat memberikan tambahan waktu tujuh menit, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini membuat kedua tim harus terus berjuang menjauhi zona degradasi. PSPS Pekanbaru kini mengoleksi 25 poin tetap berada di posisi ke delapan. Sementara PSMS Medan tetap berada di posisi ketujuh klasemen Grup Barat dengan 30 poin, masih unggul atas PSPS.
Dengan hasil ini, persaingan di papan bawah klasemen Grup Barat Pegadaian Championship semakin ketat menjelang akhir musim.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, mengaku tetap bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin dari kandang PSMS Medan dalam lanjutan Liga 2 musim 2025/2026.
Meski demikian, ia tak menampik adanya rasa kecewa karena peluang meraih kemenangan sebenarnya terbuka lebar. Menurut Aji, secara permainan timnya mampu tampil lebih efektif, bahkan sempat unggul lebih dulu. Ia menilai PSMS Medan tidak memiliki banyak peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
"Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin di kandang PSMS Medan. Sebenarnya, kami punya peluang untuk meraih tiga poin karena lawan hampir tidak memiliki peluang yang benar-benar berbahaya," ujarnya.
Aji menjelaskan, gol penyama kedudukan yang dicetak PSMS terjadi akibat kelengahan pemainnya dalam mengantisipasi pergerakan lawan.
"Pemain kami sedikit terlambat dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan, sehingga mereka bisa mencetak gol. Itu menjadi catatan penting bagi kami ke depan,"tambahnya.
Meski gagal mempertahankan keunggulan, Aji tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan anak asuhnya. Ia menilai pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama bermain terbuka dan saling menyerang.
"Pertandingan tadi cukup seru. Kedua tim bermain terbuka, mereka menyerang dan kami juga menyerang. Kami bahkan bisa unggul lebih dulu," jelasnya.
Aji juga mengakui kualitas pemain PSMS Medan yang dinilai cukup mumpuni dan berpengalaman, sehingga mampu memberikan tekanan hingga akhir laga.
"PSMS Medan dihuni pemain-pemain yang bagus dan berkualitas. Itu yang membuat pertandingan berjalan ketat," katanya.
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, Aji menegaskan tetap mensyukuri tambahan satu poin yang diraih timnya, sembari menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk laga berikutnya.
"Yang jelas, kami tetap bersyukur dengan hasil ini, meskipun memang cukup disayangkan tidak bisa membawa pulang tiga poin," pungkasnya.(dof)
Editor : Edwar Yaman