Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Indonesia vs Bulgaria di SUGBK: Herdman Andalkan Sananta hingga Beckham Putra

Redaksi • Senin, 30 Maret 2026 - 11:05 WIB

doni tri pamungkas
doni tri pamungkas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kemena­ngan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis dalam FIFA Series 2026, Jumat (27/3) lalu menghadirkan harapan baru bagi timnas Indonesia. Optimisme pun menguat. Publik mulai berharap pelatih baru John Herdman bisa membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.

Namun, Herdman me­negas­kan bahwa perjalanan menuju ke sana harus dilalui tahap demi tahap. Ujian berikutnya bagi Jay Idzes dkk sudah menanti. Indonesia yang sementara ini menem­pati ranking ke-121 FIFA akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat daripada Saint Kitts dan Nevis, yaitu tim peringkat ke-85 FIFA, Bulgaria.

Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (30/3) malam (siaran langsung Indosiar pukul 20.00 WIB). Mantan pelatih timnas Kanada itu menjelaskan bahwa Bulgaria memiliki karakter permainan yang berbeda dengan Saint Kitts dan Nevis. Karena itu, pendekatan permainan harus berbeda. Herdman ingin Indonesia bermain lebih berhati-hati.

“Saat melawan Saint Kitts dan Nevis, saya merasa pada 15 menit pertama kami menjadi terlalu bersemangat. Jika kami melakukan itu saat melawan Bulgaria, kami akan mati dalam 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kami,” ungkap pelatih 50 tahun tersebut.

Meski demikian, bukan berarti Herdman akan menerapkan sepak bola negatif. Justru, ia ingin timnas bermain menyerang untuk mengejar kemenangan. Namun, permainan harus dilakukan dengan cara yang cerdas.

Selain itu, Herdman juga ingin para pemain langsung menyatu dan solid sejak kick-off dilakukan. “Kami tidak bisa menunggu 10-15 menit untuk menyatu dan terhubung. Jadi, itu penting. Pada 15 menit pertama, kami harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik. Kalau tidak, kami akan dihukum,” tegas pelatih yang sukses membawa timnas Kanada putra dan putri ke Piala Dunia tersebut.

Selain aspek taktik, Herdman juga menyoroti pentingnya mentalitas dan konsistensi. Ia melihat timnya memiliki potensi besar, terutama dari sisi kreativitas pemain. Nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Yakob Sayuri, hingga Beckham Putra dinilai mampu memberikan variasi serangan.

Namun, semua itu harus diimbangi dengan disiplin permainan. “Kami punya pemain kreatif, tetapi kami harus membangun kepercayaan diri sekaligus menjaga disiplin taktis. Itu yang kadang masih kurang,” jelasnya.

Terkesan dengan Dukungan Suporter

Di luar lapangan, Herdman mengaku terkesan dengan atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia menyebut dukungan suporter Indonesia sebagai sesuatu yang langka dan istimewa dalam kariernya. Ia berharap atmosfer SUGBK dapat membantu perjuangan timnas Indonesia untuk mengalahkan Bulgaria.

“Atmosfer di sini unik. Saya belum pernah melihat koneksi seperti ini antara tim dan suporter. Kami ingin memberikan segalanya untuk mereka,” katanya.

Di kubu lawan, pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov, menilai pertandingan melawan Indonesia akan berjalan jauh lebih berat daripada ketika berhadapan dengan Kepulauan Solomon. Menurut dia, skuad Garuda memiliki kualitas dan kedalaman tim yang patut diwaspadai, terlebih di era baru bersama Herdman.

“Ini akan menjadi pertandingan yang jauh lebih serius. Indonesia punya pemain-pemain kuat dan bermain di liga-liga bagus. Mereka adalah tim yang harus kami waspadai,” cetus pelatih 49 tahun itu.

Mantan asisten pelatih timnas Indonesia era Ivan Kolev itu mengakui kondisi cuaca di Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Namun, ia tetap melihat anak asuhnya menunjukkan mental kuat. “Siapa pun yang pernah bermain di sini tahu betapa sulitnya kondisi cuaca. Namun, para pemain menunjukkan usaha yang luar biasa,” tegasnya.

Mauro Cedera, Jens Raven Dipanggil

Pergantian pemain terjadi di lini depan timnas Indonesia jelang partai final FIFA Series 2026. Penyerang Bali United, Jens Raven, masuk skuad Garuda menggantikan Mauro Zijlstra yang mengalami cedera usai benturan dalam laga melawan Saint Kitts dan Nevis.

Keputusan ini telah mendapat persetujuan FIFA karena Raven sebelumnya sudah masuk dalam daftar 41 pemain yang didaftarkan. Penyerang berusia 20 tahun itu bahkan langsung bergabung dalam sesi latihan tim pada, Ahad (29/3).

Dia diharapkan siap tampil dalam laga final menghadapi Bulgaria hari ini (30/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kesempatan ini sekaligus membuka peluang bagi Raven untuk mencatatkan debut bersama timnas senior.

Sebelumnya, Mauro Zijlstra tampil impresif saat Indonesia menang 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis pada Jumat (27/3). Ia bahkan mencetak gol penutup pada menit ke-74. Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menjelaskan bahwa keputusan pemanggilan Raven diambil setelah Zijlstra dipastikan tidak bisa melanjutkan pertandingan akibat cedera.

“Saya perlu menyampaikan kepada rekan-rekan sekalian bahwa hari ini ada pemanggilan satu pemain, Jens Raven, karena Mauro Zijlstra kemarin mengalami cedera saat pertandingan. Sehingga, dia tidak bisa mengikuti sesi latihan dan pertandingan melawan Bulgaria. Pelatih mengambil keputusan untuk memanggil Jens Raven, dan hari ini (kemarin, red) sudah bergabung,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Raven didasarkan pada kebutuhan tim di posisi yang sama. Herdman membutuhkan sosok striker murni sebagai pengganti yang sepadan bagi Zijlstra.

“Pertama, karena posisi Jens dan Mauro sama, yaitu sebagai striker. Sehingga, pertimbangan-pertimbangan itulah yang diambil oleh coach John untuk memanggil Jens Raven,” ujarnya.(fiq/ali/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#john herdman #Sepak bola #FIFA series 2026 #piala dunia #timnas indonesia