PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Pelatih dan atlet Riau yang berprestasi di PON Aceh-Sumut 2024 kembali mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mencairkan sisa bonus yang dijanjikan. Desakan sudah diutarakan sebelum Idulfitri 1447 H lalu, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan.
Desakan diutarakan pelatih Ahmad Markos yang sukses membawa senam Riau menjadi juara umum di PON Aceh-Sumut 2024. "Kami minta sisa bonus yang dijanjikan dicairkan tahun ini segera ditepati. Ini sudah masuk April tapi belum juga ada kejelasan. Padahal APBD sudah disahkan dan beberapa kegiatan sudah jalan. Tapi kenapa sisa bonus kami belum dibayarkan," ujarnya.
Dijelaskan Markos, tak hanya dirinya, pelatih lain beserta atlet sangat berharap bonus tahan II ini segera dicairkan. Apalagi kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini. "Rata-rata pelatih tak punya penghasilan tetap karena fokus melatih. Jadi, bonus inilah yang menjadi harapan dengan kondisi saat ini," ujarnya.
Ditegaskan Markos, atlet dan pelatih telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan masa depan demi prestasi daerah. "Ini soal penghargaan. Kami ini berjuang membawa nama Riau, tapi diperlakukan seperti tidak ada," ujarnya.
Markos mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pemerintah. "Kami diminta berprestasi saat akan bertanding. Tapi setelah menang, kami seolah ditinggal. Ini yang membuat banyak atlet berpikir ulang untuk bertahan," ujarnya.
Ditegaskan Markos, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, para pelatih dan atlet siap membawa persoalan ini ke tingkat pusat. "Kalau memang dananya sudah ada tapi tidak dibayarkan, kami akan cari jalan lain. Bisa saja kami sampaikan ke Kementerian Keuangan," katanya.
Baca Juga: Kampar Siapkan Skema WFH ASN Setiap Jumat, Penerapan Menunggu Finalisasi Edaran
Desakan juga disampaikan pelatih anggar Riau Zulkifli. "Kami minta sisa bonus PON segera dicairkan. Masak pemerintah tidak prihatin dengan kami yang sudah menunggu begitu lama," ujarnya.
Senada diungkapkan atlet anggar Riau peraih emas PON 2024 M Fajri. "Kami minta kebijaksanaan pejabat di Riau, perhatikan nasib kami ini," ujarnya.
Pelatih Angkat Berat Riau Deriswan juga mengutarakan hal yang sama. "Kapan sebenarnya sisa bonus kami dibayarkan? Sudah kering keringat atlet untuk mengharumkan nama Riau, tapi belum juga diselesaikan penghargaan buat mereka. Kasihan kan atlet kita. Apalagi mereka banyak yang tak bekerja," ujarnya.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Siapkan Pelantikan Lanjutan, Enam OPD Masih Dipimpin Plt
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispora Riau, Yurnalis Basri, menyampaikan anggaran bonus PON tahap II sebenarnya telah dialokasikan dalam APBD 2026. "Anggaran bonus PON sudah kita siapkan sekitar Rp28 miliar. Pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban ini," jelasnya.
Namun demikian, diakuinya kondisi keuangan daerah saat ini belum memungkinkan untuk merealisasikan pembayaran tersebut dalam waktu dekat. "Kondisi keuangan daerah masih belum memungkinkan. Kita sudah memasuki triwulan kedua, mudah-mudahan ada solusi dari sisi pendapatan agar bonus tahap II bisa segera dibayarkan. Prinsipnya kami tidak menahan kalau ada uangnya," ujarnya.
Pemprov Riau sebelumnya telah menyalurkan bonus tahap pertama sebesar Rp10,33 miliar kepada 256 atlet, pelatih, dan ofisial. Rinciannya, 163 penerima melalui Bank Riau Kepri Syariah sebesar Rp8,18 miliar dan 93 lainnya melalui bank berbeda senilai Rp2,15 miliar.
Baca Juga: Disdik Riau Dukung Peningkatan Kualitas Pelatih dan Wasit Basket
Adapun skema bonus yang dijanjikan mencakup Rp129 juta untuk emas perorangan, Rp64,5 juta untuk perak, dan Rp32,25 juta untuk perunggu. Sementara pelatih memperoleh Rp45 juta untuk emas, Rp36 juta untuk perak, dan Rp31,5 juta untuk perunggu, dengan variasi pada nomor ganda dan beregu.
Editor : Rinaldi