Penataran Pelatih Basket Digelar di Kota Duri, Perbasi Riau Dorong Pemerataan SDM

Dofi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 13:48 WIB
Jeffry Sinaga
Jeffry Sinaga

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)  -  Perbasi Riau terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bola basket di daerah melalui program penataran pelatih dan wasit. Dalam waktu dekat, kegiatan penataran pelatih akan digelar di Kota Duri pada 3-5 April 2026, bertempat di venue The Zone Court.

Kabid SDM DPD Perbasi Riau, Jeffry Sinaga, menyebutkan bahwa penataran pelatih di Kota Duri akan diikuti oleh 15 peserta. Sementara itu, penataran wasit untuk wilayah tersebut ditiadakan karena dipusatkan di daerah lain.

“Untuk Duri, kita fokus pada penataran pelatih saja. Sedangkan penataran wasit dipusatkan di Kuantan Singingi dan Kampar,” ujarnya, Rabu (1/4).

Jeffry mengimbau para pelatih dan wasit di Riau untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperoleh lisensi resmi. Hal ini penting mengingat ke depan, kepemilikan lisensi menjadi syarat wajib untuk berpartisipasi dalam ber­bagai kejuaraan basket.

Program penataran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Penataran Pelatih dan Wasit Lisensi C serta coaching clinic 3x3 yang dilaksanakan di tiga kabupaten/kota di Riau. 

Tahap pertama digelar di Kabupaten Bengkalis pada 3-5 April 2026, dilanjutkan di Kuantan Singingi pada 10-12 April 2026, dan tahap tera­khir di Kampar pada 17-19 April 2026. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia memberikan keringanan biaya pendaftaran. Dari biaya normal sebesar Rp1.000.000, peserta hanya dikenakan Rp500.000. Bahkan, dua pendaftar pertama di setiap daerah akan mendapatkan fasilitas gratis.

Baca Juga: DBL Academy Perkenalkan Basketball Clinic Pertama di Kepulauan Seribu

Ketua Umum Pengprov Perbasi Riau, Zulhendri, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah stra­tegis dalam menjawab pesatnya perkembangan olahraga basket di Riau.

“Kita melihat antusiasme basket di Riau sangat luar biasa. Tidak hanya di Pekan­baru, tetapi juga berkembang hingga ke kabupaten dan kota,” katanya.

Menurutnya, selama ini penyelenggaraan kejua­raan basket di daerah masih bergantung pada sumber daya dari Pekanbaru, terutama dalam hal penyediaan wasit. Hal tersebut berdampak pada tingginya biaya pelaksanaan karena harus mendatangkan wasit dari Pekanbaru ke daerah.

Baca Juga: RKPD 2027, Plt Gubri Fokus Pengembangan SDM dan Pembangunan Infrastruktur

“Dengan adanya penataran ini, kita berharap setiap daerah bisa memiliki wasit sendiri sehingga lebih mandiri dan efisien dari sisi biaya,” jelasnya.

Selain itu, Perbasi Riau juga menekankan pentingnya keberadaan pelatih berlisensi guna memastikan proses pembinaan atlet berjalan sesuai standar nasional. 

“Ke depan, pelatih di sekolah maupun klub harus memiliki lisensi. Dalam basket, semua aturan itu baku. Tanpa pemahaman yang baik, sulit menerapkan permainan sesuai regulasi,” tambahnya.

Zulhendri juga menegaskan bahwa setiap atlet yang mengikuti kejuaraan nantinya wajib didampingi oleh pelatih berlisensi resmi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara menyeluruh di Riau.

“Ini bentuk dukungan kita agar semakin banyak pelatih dan wasit yang memiliki lisensi. Targetnya adalah pemerataan kualitas SDM basket di seluruh Riau,” pungkasnya.(dof)

Editor : Arif Oktafian
sdm duri pelatih