Naples (RIAUPOS.CO) - Antonio Conte dan Massimiliano Allegri pernah terlibat rivalitas pada Nperiode 2011 sampai 2013. Conte sebagai allenatore Juventus dan Allegri menangani AC Milan. The Godfather –julukan Conte– memenangi scudetto Serie A selama tiga musim beruntun untuk menggusur Allegri yang sebelumnya juara kali pertama bersama Rossoneri – sebutan AC Milan– pada musim 2010–2011.
Yang menarik, ketika Conte meninggalkan Juve – pada musim panas 2014, Allegri kemudian mengisi kursi allenatore klub berjuluk La Vecchia Signora. Bahkan, Allegri mengungguli capaian Conte seiring memenangi scudetto bersama Juve dalam lima musim beruntun.
Secara taktik, seperti dilansir dari Sempre Milan, Conte merupakan pengusung gaya main pressing tinggi dan intensitas. Sementara Allegri lebih ke kontrol dan counter attack. Conte yang dikenal sebagai pembangun tim agresif berhadapan dengan Allegri yang lebih pragmatis, bahkan sering disebut sebagai anti-Conte.
Rivalitas setelah 11 Tahun
Baca Juga: Tiga Atlet Tenis Junior PTPN IV Berpeluang Perkuat Indonesia di Turnamen Asian Tenis Federation 2026
Musim ini, keduanya kembali terlibat rivalitas setelah 11 tahun tidak berhadapan. Allegri kembali melatih AC Milan dan Conte dalam misi mempertahankan juara Serie A bersama Napoli. Acciughina –julukan Allegri– mengalahkan Conte 2-1 dalam giornata kelima Serie A (29/9/2025) dan dibalas oleh The Godfather dengan skor 2-0 di semifinal Supercoppa Italiana (19/12/2025).
Siapa yang lebih baik di antara Conte dan Allegri akan tersaji dalam giornata ke-31 ketika Napoli menjamu AC Milan di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, dini hari nanti (siaran langsung Vidio pukul 01.45 WIB). Dengan selisih hanya satu poin (62-63), Partenopei–sebutan Napoli– membidik kemenangan untuk mengudeta Rossoneri dari peringkat kedua.
”Kami hanya memiliki liga (Serie A) sebagai ajang tersisa dan merengkuh posisi itu (peringkat kedua) bisa memberi jalan bagi kami bersaing dengan Inter (Milan sebagai pemuncak klasemen dengan 69 poin, Red),” kata Conte dilansir dari laman resmi klub. ”Tentu tidak mudah mengatasi mereka (AC Milan) karena mereka juga memiliki kepentingan yang sama,” imbuh mantan pelatih Chelsea dan Tottenham Hotspur tersebut.(ka/dns/jpg/muh)
Laporan JPG
Editor : Arif Oktafian