JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Peluang Provinsi Banten dan Provinsi Lampung menjadi tuan rumah bersama dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032 terbuka lebar. Hingga batas akhir pendaftaran pada 1 April lalu, hanya dua provinsi tersebut yang menyerahkan dokumen resmi ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Dengan situasi itu, Banten dan Lampung praktis menjadi calon tunggal penyelenggara ajang multievent olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Proses menuju penetapan tuan rumah pun berjalan. Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) PON XXIII/2032 melakukan visitasi ke Banten dan disambut langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Rabu (8/4).
Kunjungan tersebut menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan daerah. Mulai dari venue pertandingan, sarana-prasarana pendukung, hingga dukungan anggaran yang bersumber dari APBD.
Ketua TPP PON XXIII/2032 Suwarno menyebut, visitasi ini krusial sebagai bahan evaluasi sebelum penerbitan surat keputusan (SK) tuan rumah. ”Secara umum, venue sudah siap. Hanya beberapa yang masih perlu perbaikan,” katanya.
Suwarno menilai Banten memiliki modal kuat dari sisi infrastruktur maupun prestasi olahraga. Karena itu, provinsi tersebut dinilai layak menjadi tuan rumah. Ke depan, ada dua fokus utama yang harus disiapkan. Masing-masing kesiapan penyelenggaraan dan kesiapan kontingen.
Terpisah, Gubernur Banten Andra Soni mengimbau seluruh pemangku kepentingan olahraga di Provinsi Banten untuk tetap realistis dan tidak terlalu percaya diri dalam proses pencalonan tuan rumah PON 2032. ”Kita tidak boleh terlalu percaya diri. Namun, harus tetap berusaha maksimal dengan mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk pendataan dan administrasi seluruh venue,” bebernya.(fiq/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian