PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Riau kembali melanjutkan program peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan penataran pelatih dan wasit Lisensi C serta Coaching Clinic 3x3.
Kali ini, kegiatan tersebut akan digelar di Kabupaten Kampar pada 17-19 April 2026. Pelaksanaan penataran di Kampar akan dipusatkan di Lapangan Kodim Bangkinang.
Kegiatan ini merupakan rangkaian tahap akhir setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis dan Kuantan Singingi (Kuansing).
Baca Juga: Dari Tempat Menyeberang Jadi Tempat Berkenang, JPO Sudirman Dipercantik Tanpa Lupakan Sejarah
Ketua panitia pelaksana yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SDM DPD Perbasi Riau, Jeffry Sinaga, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan sebanyak 25 peserta dalam kegiatan di Kampar. Rinciannya, 15 peserta untuk pelatih dan 10 peserta untuk wasit.
"Namun hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar baru sebanyak 22 orang, terdiri dari 14 pelatih dan 8 wasit," ujar Jeffry, pada Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan di Kampar tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga dari Kota Pekanbaru.
Baca Juga: Jurnalis Harus Pegang Teguh Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
Hal ini menunjukkan tingginya minat dan antusiasme terhadap pengembangan olahraga bola basket di Provinsi Riau.
Menurut Jeffry, kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Perbasi Riau dalam meningkatkan kapasitas SDM di bidang bola basket.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau daerah-daerah, sehingga pembinaan tidak hanya terpusat di kota besar.
Baca Juga: Difasilitasi Plt Gubri, Massa Aksi Tolak Relokasi TNTN Membubarkan Diri
"Untuk tahap pertama telah dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis pada 3-5 April 2026, tahap kedua di Kuantan Singingi pada 10-12 April 2026, dan tahap terakhir akan digelar di Kabupaten Kampar pada 17-19 April 2026," jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi peserta dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan bola basket di daerah.
"Kita sangat mengapresiasi keikutsertaan peserta. Ini menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar. Program Perbasi saat ini memang berorientasi jemput bola ke daerah," ungkapnya.
Baca Juga: SPMA JCH Riau Telah Didistribusikan, Jadi Tanda Kesiapan Keberangkatan ke Tanah Suci
Lebih lanjut, Jeffry berharap ke depan setiap daerah di Riau memiliki sumber daya wasit dan pelatih yang memadai, sehingga mampu menyelenggarakan berbagai event secara mandiri dan profesional.
"Kedepannya, kita berharap setiap daerah memiliki SDM yang cukup, sehingga pembinaan dan kompetisi bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan," tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan bola basket di Riau saat ini mulai mendapat perhatian dari daerah lain.
Baca Juga: Delapan Kasus HIV/AIDS Baru Ditemukan di Meranti
Bahkan, sejumlah provinsi mengaku kagum terhadap kemajuan pembinaan dan peningkatan kualitas SDM yang dilakukan oleh Perbasi Riau.
Melalui kegiatan penataran ini, diharapkan kualitas pelatih dan wasit di daerah semakin meningkat.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan prestasi olahraga bola basket, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Editor : M. Erizal