
MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Manajer Manchester City Pep Guardiola, memperingatkan para pemainnya agar tidak percaya bahwa mereka akan langsung meraih gelar Liga Premier setelah mengalahkan Arsenal 2-1 di Etihad Stadium, Ahad (19/4/2026) WIB. Dia mengatakan itu, karena Arsenal besutan Mikel Arteta masih berada di puncak klasemen Liga Premier.
Manchester City memperkecil selisih poin menjadi tiga poin dengan kemenangan itu. Tim Guardiola akan berada di puncak klasemen jika mereka memenangkan pertandingan tunda melawan Burnley di Turf Moor pada hari Rabu (22/4/2026).
Dan meskipun mendapatkan kesempatan untuk unggul dalam perebutan gelar, ia memperingatkan skuadnya bahwa masih ada jalan panjang yang harus ditempuh.
Baca Juga: 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Kembali Tembus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir 2026
"Siapa yang berada di puncak klasemen?" kata Guardiola setelah pertandingan.
"Bukan kami. Dalam selisih gol, mereka lebih baik. Selangkah demi selangkah. Namun tentu saja, kami masih memiliki harapan dan masih memperpanjang kesempatan untuk berjuang hingga akhir," lanjut pelatih asal Spanyol itu.
Guardiola memiliki kekhawatiran cedera menjelang perjalanan ke Burnley setelah mengungkapkan Rodri mengalami masalah pangkal paha saat melawan Arsenal.
Baca Juga: BBM Naik, Kendaraan Antre, Polres Kuansing Lakukan Pengecekan
Gelandang Spanyol itu tampak tidak nyaman ketika diganti dua menit sebelum pertandingan berakhir dan Guardiola mengatakan dia akan menjalani tes untuk menilai tingkat keparahan masalah tersebut.
"Beberapa masalah pangkal paha," kata Guardiola ketika ditanya tentang cedera Rodri. "Dokter akan melakukan tes nanti atau besok."
Kemenangan City atas Arsenal dipastikan berkat gol kemenangan Erling Haaland di babak kedua. Pertandingan yang mendebarkan menyaksikan kedua tim mengenai tiang gawang dan Kai Havertz menyia-nyiakan kesempatan untuk menyamakan kedudukan di menit ke-95 dengan sundulan bebas di gawang City.
"Dua tim terbaik di Inggris, saya pikir itu adalah iklan yang bagus di seluruh dunia," kata Guardiola.
Baca Juga: Mengubah Laptop Telantar Jadi Penunjang Belajar
"Keduanya menerapkan man-marking, menyerang, cepat, sedikit lebih banyak proses. Tidak ada yang perlu dikatakan. Saya akan puas dengan hasil imbang atau kekalahan. Ketika saya melihat apa yang saya lihat di tim saya, apa yang bisa saya katakan? Saya tidak bisa mengeluh sama sekali, saya sangat bangga karena mereka adalah tim papan atas."***
Editor : Edwar Yaman