PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- PSPS Pekanbaru keluar dari tekanan zona playoff degradasi di Liga 2 Indonesia musim 2025/2026. Kebangkitan ini tidak lepas dari peran penting striker anyar asal Brasil, Antonio Gamaroni, yang tampil impresif sejak didatangkan pada bursa transfer Januari 2026.
Puncak performa Antonio terlihat saat ia mencetak hat-trick ke gawang Persekat Tegal, pada Ahad (19/4/2026). Tiga gol tersebut menjadi penanda ketajaman lini depan PSPS.
Pelatih kepala PSPS Pekanbaru Aji Santoso menilai Antonio sebagai sosok striker yang memenuhi kriteria dalam sistem permainan yang ia terapkan. Menurutnya, Antonio bukan hanya tajam di depan gawang, tetapi juga memiliki kecerdasan bermain.
Baca Juga: PSPS Pastikan Bertahan di Liga 2 Musim Depan, Aji Santoso Minta Tim Tetap Fight di Dua Laga Sisa
"Dia pemain pintar. Sebagai striker, dia memenuhi syarat kontrol bola bagus, mampu melindungi bola, dan punya visi bermain. Gol-gol yang dia cetak juga hasil dari proses latihan," ujar Aji Santoso, Kamis (23/4/2026).
Sejak bergabung, Antonio langsung memberikan dampak signifikan. Dari 10 pertandingan, ia telah mengoleksi tujuh gol. Ia juga aktif terlibat dalam permainan tim dengan mencatatkan umpan sukses. Kontribusi tersebut menjadi pembeda dibandingkan striker sebelumnya, Cristian Alex, yang dinilai kurang konsisten.
Meski sempat menjanjikan di awal musim, performa Alex menurun dan tidak sesuai dengan kebutuhan taktik tim, terutama dalam membantu fase bertahan dan menjaga penguasaan bola.
Baca Juga: Kejurda Futsal Dimulai, Empat Laga Langsung Digelar
Perubahan besar di lini depan PSPS dimulai sejak Aji Santoso menggantikan Ilham Romadhona. Evaluasi menyeluruh dilakukan, termasuk keputusan mencoret Alex setelah kegagalannya mengeksekusi penalti saat menghadapi Garudayaksa pada November 2025 lalu.
Sebagai pengganti, Antonio langsung menjawab kepercayaan tersebut. Ia mencetak gol pada debutnya dan terus konsisten mencatatkan kontribusi, termasuk saat menghadapi PSMS Medan dan Sriwijaya FC, serta menyumbang assist kontra Persikad Depok.
Gaya bermain Antonio yang aktif mulai dari membuka ruang, turun menjemput bola, hingga terlibat dalam proses build-up menjadikannya elemen vital dalam skema transisi cepat dan direct play racikan Aji Santoso.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Luis Suarez Buka Peluang Kembali ke Timnas Uruguay setelah Pensiun di 2024
Variasi golnya pun menunjukkan kualitas sebagai striker modern, baik melalui open play, duel udara, maupun tembakan jarak jauh. Dengan kontribusi konsisten Antonio, PSPS kini selamat dari Zona Playoff Degradasi. Ini juga sekaligus menegaskan keberhasilan strategi Aji Santoso dalam meracik ulang kekuatan tim di tengah musim.
Editor : Rinaldi