PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru meraih happy ending, Ahad (26/4). Ya, PSPS mengakhiri laga kandang Liga 2 musim ini dengan bahagia. Sumsel United dikalahkan dengan skor 2-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Pelatih PSPS Aji Santoso mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut dan menegaskan sejak awal memang ingin mengakhiri pertandingan kandang terakhir dengan kemenangan.
“Yang jelas pertandingan ini sesuai dengan target. Dari awal saya ingin mengakhiri laga kandang terakhir ini dengan kemenangan. Alhamdulillah tercapai. Ini kami hadiahkan untuk suporter dan masyarakat Kota Pekanbaru, khususnya para pecinta sepakbola,” ujar Aji Santoso.
Senada diungkapkan Ilham Fathoni. Pemain lokal Riau ini menyebutkan hasil ini menjadi penutup penting bagi tim di kandang. “Ini laga kandang terakhir kami. Target musim ini tercapai, tetap berada di Liga 2. Sebagai putra daerah, saya selalu berdoa agar PSPS bisa lebih baik ke depan. Mudah-mudahan musim depan bisa lolos ke Liga 1,” katanya.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0
Sejak peluit awal dibunyikan, skuad berjuluk Askar Bertuah langsung tampil menekan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSPS mengambil inisiatif serangan dengan intensitas tinggi. Sejumlah peluang berhasil diciptakan.
Antonio Gamaroni menjadi motor serangan dengan beberapa percobaan berbahaya, termasuk tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih melebar. Ilham Syafri Noer juga sempat mengancam lewat aksi individu, namun penyelesaiannya belum tepat sasaran.
Tim tamu lebih memilih menunggu dan mengandalkan serangan balik. Namun, hingga pertengahan babak pertama, strategi tersebut belum mampu menembus solidnya lini pertahanan PSPS.
Pada menit ke-35, PSPS sempat bersorak setelah Douglas Cruz mencetak gol memanfaatkan situasi bola mati. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena pemain asal Brazil tersebut berada di posisi offside. Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Ditahan Imbang Sumsel United di Babak Pertama, Skor Masih 0-0
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Sumsel United mulai berani keluar menyerang, meski upaya mereka kerap terhenti di lini belakang PSPS. Sementara itu, serangan-serangan PSPS melalui crossing dan umpan terobosan juga belum membuahkan hasil hingga pertengahan babak kedua.
Peluang emas datang pada menit ke-70 melalui sundulan Antonio Gamaroni yang memanfaatkan umpan Reza Kusuma. Namun bola masih melambung di atas mistar. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-81 lewat gol Asir Aziz usai memanfaatkan umpan matang dari Ilham Fathoni yang baru masuk sebagai pemain pengganti.
Tak lama berselang, PSPS menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Douglas Cruz. Tembakan kerasnya dari sisi kanan tidak mampu dihalau kiper Sumsel United. Tertinggal dua gol, Sumsel United mencoba bangkit di sisa waktu pertandingan. Namun hingga enam menit tambahan waktu berakhir, mereka gagal mencetak gol.
Baca Juga: Usai Hancurkan Rohul, Giliran Inhu Dilibas, AFK Kepulauan Meranti Tembus Semifinal
Kemenangan ini membuat PSPS tetap berada di peringkat keenam dengan torehan 37 poin. Sementara itu, Sumsel United masih bertahan di posisi kelima dengan koleksi 39 poin. Bagi, PSPS hasil ini memperpanjang tren positif dalam laga kandangnya pada putaran ketiga.
Sementara itu, pelatih Sumsel United Nilmaizar mengakui timnya gagal memenuhi target minimal yang diusung. Ia menyebutkan, sebenarnya satu poin sudah cukup, namun mereka harus menerima kenyataan pulang tanpa hasil. “Tapi ya, saya terima kekalahan ini,” ujarnya.
Kemenangan ini menjadi penutup positif bagi PSPS Pekanbaru di hadapan pendukungnya sendiri dalam laga kandang sekaligus menjaga optimisme tim untuk menatap musim kompetisi berikutnya dengan target yang lebih tinggi.(dof/das)
Editor : Arif Oktafian