MADRID (RIAUPOS.CO) - Manajer Arsenal Mikel Arteta sangat marah atas keputusan penalti kontroversial yang menurutnya melanggar aturan dan itu telah mengubah jalannya pertandingan semifinal leg 1 Liga Champions melawan tuan rumah Atletico Madrid, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB .
Laga kedua tim berakhir imbang 1-1. Penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44 dibatalkan oleh tendangan penalti Julián Alvarez 11 menit setelah babak kedu berjalan. Nakun The Gunners (julukan Arsenal) tidak mendapatkan penalti kedua ketika pemain pengganti Eberechi Eze dilanggar di dalam kotak penalti oleh bek Atlético, Dávid Hancko.
Wasit asal Belanda, Danny Makkelie, awalnya menunjuk titik penalti tetapi disuruh melihat monitor oleh petugas VAR, Dennis Higler, untuk meninjau keputusannya.
Setelah menonton insiden tersebut beberapa kali sementara para penggemar Atletico dan pelatih Diego Simeone berulang kali memprotes, Makkelie membatalkan keputusan awalnya.
Setelah hasil imbang 1-1 di ibu kota Spanyol, Arsenal akan menjadi favorit untuk melaju ke final Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun ketika menjamu Atlwtico di leg kedua pekan depan.
Namun Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya kepada para wasit karena telah menggagalkan kesempatan mereka untuk mengakhiri penampilan apik mereka dengan kemenangan gemilang dini hari itu.
"Yang membuat saya sangat marah adalah bagaimana penalti terhadap Ebs [Eze] bisa dibatalkan dengan cara seperti itu. Padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata," katanya.
"Ini mengubah jalannya pertandingan. Dan di level ini, maaf, tapi ini tidak bisa terjadi. Itu melanggar aturan dan saya tidak mengerti. Ada kontak yang jelas. Wasit membuat keputusan dan Anda tidak bisa membatalkannya setelah menontonnya 13 kali,” lanjut manajer asal Spanyol itu.
"Ketika Anda telah berjuang begitu keras selama sembilan bulan untuk berada di posisi ini. Maksud saya, itu adalah gol lain yang mengubah jalannya pertandingan sepenuhnya. Dan itu tidak bisa terjadi. Maaf. Kami telah mempertaruhkan begitu banyak. Ini tidak bisa terjadi."
Gyökeres terjatuh akibat tekel dari Hancko yang berujung penalti untuk Arsenal, sementara Ben White dihukum karena handball karena bola memantul ke lengannya.
Baca Juga: Yayasan Puteri Indonesia Cabut Gelar Putri Indonesia Riau 2024 Jeni Rahmadial Fitri
"Untuk penalti pertama, menurut pendapat saya, itu dari belakang, pemain menunggu kontak, menurut saya di semifinal Liga Champions itu benar-benar harus berupa penalti," kata Simeone.
"Lalu handball, itu diberikan berkat VAR, dan penalti kedua tidak diberikan, juga berkat VAR. Terkadang VAR memberikan dan terkadang mencabutnya."***
Editor : Edwar Yaman