MIAMI GARDENS (RIAUPOS.CO) - Kimi Antonelli lolos dari ujian terberat di awal musim Formula 1 (F1) 2026. Meski mengalami start buruk, masalah gearbox, serta tekanan dari juara dunia bertahan Lando Norris, pembalap Mercedes itu masih mampu mengamankan kemenangan di Miami International Autodrome, Senin (4/5).
Kemenangan dalam F1 GP Miami itu menjadi kemenangan ketiga beruntun bagi Antonelli, sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara dengan 100 poin. Dia juga mencatat rekor sebagai pembalap F1 pertama yang memenangi tiga balapan awal dari tiga pole position.
“Ini baru permulaan, jalan masih panjang, tetapi kami bekerja sangat keras dan tim melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tanpa mereka, saya tidak akan berada di sini,” kata pembalap 19 tahun asal Italia itu merespons tiga kemenangan beruntun di parc ferme.
Masalah Start dan Gearbox
Sama seperti beberapa balapan sebelumnya, Antonelli kembali kehilangan posisi saat start. Dia sempat berada di belakang Charles Leclerc (Ferrari) dan Max Verstappen (Red Bull). Antonelli kemudian terlibat duel dengan Leclerc dan Norris. Dia menyalip Norris pada lap ke-28 lalu merebut posisi terdepan dari Verstappen satu lap kemudian.
Selain start, Antonelli juga sempat melaporkan masalah gearbox saat memimpin balapan di lap ke-33. Meski hanya berlangsung sebentar, tapi situasi itu sempat membuatnya tertekan. “Sedikit menegangkan, tetapi untungnya hanya beberapa lap saja. Tentu saja, itu menambah stres karena saya dikejar (Norris) dan saya tidak boleh melakukan kesalahan,” bebernya.
Baca Juga: Ukir Rekor Lima Gelar Masters secara Beruntun
Pada akhirnya, Antonelli mampu bertahan. Dia finis 3,264 detik di depan Norris. “Dia (Norris) berkali-kali berusaha melakukan overtake dan itu tidak mudah karena kondisinya sulit, dengan sedikit hujan yang membuat lintasan sangat licin,” tutur Antonelli dikutip dari laman resmi FIA. “Pada akhirnya, saya senang kami berhasil menyelesaikan balapan,” ujarnya.
Tetap Berpijak di Bumi
Meski berhasil melewati sejumlah ujian di Miami -lebih kompleks dibanding dua kemenangan di Suzuka dan Shanghai-Antonelli diminta tetap low profile. Seperti yang diungkapkan bos Mercedes Toto Wolff. Dia menilai persaingan juara masih sangat terbuka, terutama menghadapi rekan satu tim Antonelli, George Russell.
“Dia (Antonelli) punya rival kuat di dalam tim, dan itu penting (untuk membuat diri terus kompetitif, Red). Dia harus tetap berpijak di bumi,” kata Wolff dikutip dari Motorsport.(ka/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian