Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PSG Lewati Jalan yang Lebih Terjal Hadapi Arsenal dalam  Final Liga Champions

jpg • Jumat, 8 Mei 2026 | 12:21 WIB

 

Penyerang Paris Saint-Germain Ousmane Dembele (kiri)  merayakan gol pada leg ke­­dua semifinal Liga Champions UEFA melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Munich, Jerman.  (FRANCK FIFE/AFP)
Penyerang Paris Saint-Germain Ousmane Dembele (kiri) merayakan gol pada leg ke­­dua semifinal Liga Champions UEFA melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Munich, Jerman. (FRANCK FIFE/AFP)

 

MUNCHEN (RIAUPOS.CO) - Paris Saint-Germain (PSG) jadi lawan Arsenal dalam final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei mendatang. PSG yang berstatus juara bertahan menghadapi klub yang masih 100 persen unbeaten (tidak terkalahkan) selama Liga Champions musim ini. 

Dibandingkan Arsenal yang menorehkan 11 kali kemenangan dan 3 kali seri, PSG punya statistik 10 kali menang, 4 kali seri, dan 2 kali kalah. Les Parisiens-julukan PSG-juga harus melakoni playoff untuk lolos ke fase knockout. Meski begitu, entraineur PSG Luis Enrique menilai timnya melalui jalan yang lebih terjal ketimbang The Gunners- sebutan Arsenal.

PSG menghadapi Chelsea (babak 16 besar), Liverpool FC (perempat final), dan Bayern Munchen selama fase gugur. Les Parisiens juga menantang Bayern, FC Barcelona di fase league dengan Sporting CP sebagai satu-satunya lawan di luar lima liga elite.

Bandingkan dengan Arsenal yang mengha­dapi Bayer Leverkusen (16 besar), Sporting CP (perempat final), dan Atletico Madrid (semifinal). Lawan-lawan skuad Mikel Arteta di fase league juga banyak dari luar lima liga elite seperti Olympiakos, Slavia Praha, Club Brugge, dan FC Kairat. 

“Kalian ingat apa yang pernah aku katakan setelah fase league? Aku mengatakan bahwa kami musim ini memiliki tim yang lebih kuat. Kalian mengkritik kami dan kini kami berhasil mencapai final,” tutur Lucho-sapaan akrab Luis Enrique.

Baca Juga: Kompetisi Dance Riau Pos-HSBL Rengat Series Pukau Penonton 

Lebih Sedikit Kalah
 Faktanya, dengan sama-sama mencatat 62,5 per­sen saat menginjak di final Liga Champions musim lalu, PSG musim ini baru dua kali kalah. Musim lalu, PSG kalah lima kali sebelum ke final.

PSG juga bermain lebih agresif musim ini dengan 44 gol. Sebelum laga final musim lalu, Les Parisiens hanya mencetak 37 gol. Bahkan PSG bisa memainkan permainan bertahan sama bagusnya dengan permainan menyerang dalam second leg semifinal di kandang Bayern, Allianz Arena, kemarin.

“Kami tidak terbiasa bermain bertahan selama itu. Kami menunjukkan tim seperti apa kami sebenarnya. Ini musim yang luar biasa,” tutur gelandang PSG Joao Neves seperti dilansir dari L’Equipe. 

Familier dengan Budapest

Baru kali ini Budapest ditunjuk jadi tuan rumah final Liga Champions. Namun demikian, PSG tidak asing dengan ibu kota Hungaria tersebut. PSG pernah dua kali memenangi laga ajang Eropa di Budapest. Yaitu mengalahkan Vac FC 2-1 dalam fase kualifikasi Liga Champions 1994-1995. Delapan tahun kemudian, PSG mengalahkan Ujpest FC di first leg 64 besar Piala UEFA. 

“Kami telah melewati laga di kandang Bayern, laga yang menurutku paling sulit musim ini. Artinya, kami bisa melewati laga di mana pun,” tutur Khvicha Kvaratskhelia, wide attacker PSG asal Georgia, kepada Canal+.(ren/dns/gem)

Laporan JPG, Munchen

Editor : Arif Oktafian
#munchen #liga chamipons #psg