JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tergabung dalam grup neraka di Piala Asia 2027, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman sudah menyiapkan strategi.
Timnas Indonesia masuk Grup F berdasarkan hasil undian yang digelar Sepak Bola Asia (AFC) di At-Turaif District, Diriyah, Arab Saudi, Sabtu (9/5/2026) malam waktu setempat.
Grup F bisa dikatakan grup neraka karena skuad Garuda bersaing dengan Jepang, Qatar, dan Thailand.
Baca Juga: Pastikan Minyakita Tersedia dan Mudah Dijangkau, Ini Dilakukan Bulog Cabang Rengat
Timnas Indonesia bisa dikatakan sebagai underdog dalam grup tersebut, mengingat punya ranking paling rendah jika dibanding tiga lawannya.
Timnas Indonesia saat ini menempati posisi ke-122 dalam ranking FIFA. Sementara Jepang menjadi tim terkuat dengan ranking 18, disusul Qatar ke-55, dan Thailand berada di urutan 93 dunia.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkap satu per satu rencana terdekat yang akan dilakukan di Piala Asia 2027.
Baca Juga: Dr Jasrida Yunita SKM MKes Diamanahkan Ketua IAKMI Provinsi Riau
Pelatih asal Inggris itu pun membocorkan rencana untuk menyiapkan Skuad Garuda dalam menatap turnamen Piala Asia 2027.
Langkah pertama yang akan dilakukan Herdman adalah mengevaluasi pemain yang berkarier di dalam negeri. Hal tersebut pun akan dilakukan dalam pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia yang akan bergulir pada akhir Mei nanti. TC tersebut sebagai persiapan Piala AFF 2026.
“Langkah pertama adalah menguji pemain domestik. Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik," kata Herdman, dilansir dari laman resmi Kita Garuda, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: STIE Bangkinang Uji Calon Mahasiswa Baru dengan Sistem Online
"Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan," ujarnya.
Pemusatan latihan tersebut akan dimanfaatkan Herdman untuk melihat potensi pemain untuk dibawanya ke agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Agenda tersebut akan dijadikan olehnya untuk meramu skuad terbaik. Nantinya, para pemain lokal terbaik yang dipanggil dalam TC akhir bulan Mei akan dipadukan dengan pemain yang berkarier di luar negeri.
Baca Juga: Prof Dr Jimmi Copriady MSi Punya Rekam Jejak yang Mumpuni, Bakal Calon Rektor Unri Periode 2026-2030
Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027.
Herdman menyampaikan bahwa proses pembangunan Timnas Indonesia sejatinya bukan hanya soal evaluasi pemain, tapi juga perkembangan identitas permainan dan chemistry antarpemain. Tujuannya jelas untuk membawa Skuad Garuda ke level berikutnya.
“Ada dua bagian penting dalam proses ini. Pertama adalah evaluasi grup, kedalaman skuad, dan profil posisi pemain. Kedua adalah performa. Ini adalah training camp kedua saya bersama tim,” jelas Herdman.
Baca Juga: Siswa MAN 1 Pekanbaru Raih LoA dari NUS dan NTU, Bukti Mimpi Besar Bisa Dicapai dari Ruang Kelas
Herdman menambahkan, setiap kali berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan.
"Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia,” ungkap Herdman.
Editor : M. Erizal