Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

City-Arsenal dalam Kendali Palace, Bisa Jadi Laga Penentu Juara Premier League

jpg • Senin, 11 Mei 2026 | 12:54 WIB
Striker Brentford  Dango Ouattara (kiri) berduel dengan gelandang Manchester City  Jeremy Doku (kanan) dalam  Premier League Inggris di Stadion Etihad Manchester, Sabtu (9/5/2026).  (DAREN STAPLES/AFC)
Striker Brentford Dango Ouattara (kiri) berduel dengan gelandang Manchester City Jeremy Doku (kanan) dalam Premier League Inggris di Stadion Etihad Manchester, Sabtu (9/5/2026). (DAREN STAPLES/AFC)

 
MANCHESTER (RIAUPOS.CO) - Manchester City terus menempel Arsenal dalam perburuan juara Premier League musim ini. Ahad (10/5) kemarin, City menang telak 3-0 atas Brentford FC di Stadion Etihad, Manchester. Hasil itu membuat City berjarak dua poin (74-76) dengan pemuncak klasemen Arsenal setelah 35 matchweek.

Namun, Arsenal bisa melebarkan gap lagi andai menang atas West Ham United di Stadion London dini hari tadi (11/5). Uniknya, ada satu klub yang bisa jadi penentu persai­ngan juara antara Arsenal dan City, yakni Crystal Pa­lace. Kamis (14/5) dini hari nanti, The Citizens-julukan City-menjamu Palace di Etihad. Sementara Palace bersua The Gunners-julukan Arsenal-pada matchweek pemungkas (24/5).

“Aku tidak bertanggung jawab atas Arsenal. Begitu pula dengan City. Tetapi, aku hanya bertanggung jawab atas Crystal Palace,” ungkap tactician Palace Oliver Glasner menanggapi laga lawan dua klub penantang gelar seperti dilansir dari Manchester Evening News.

Baca Juga: Timnas Indonesia Masuk Grup “Neraka”  

“Aku hanya dibayar agar bisa memberikan yang terbaik bagi Palace. Bukan Arsenal atau City,” sambung Glasner yang musim ini mengantar Palace lolos ke final Liga Konferensi Europa.

Klausul Eze

Seperti dilansir The Sun, Arsenal punya nilai plus saat melawan Palace. Bukan semata karena dimainkan pada matchweek pemung­kas. Tetapi karena ada klausul saat Arsenal memboyong gelandang serang Eberechi Eze dari Palace senilai GBP 60 juta (Rp1,42 triliun) di awal musim ini.

The Gunners harus membayar bonus GBP 10 juta (Rp236,7 miliar) kepada Palace seandainya Eze merasakan gelar juara Premier League. Bonus yang bisa hilang andai The Eagles-julukan Palace-ngotot mengalahkan Arsenal dan bisa menghambat laju The Gunners untuk juara.

Pep versus Duo Spaniard

Di sisi lain, ambisi tactician City Pep Guardiola memenangi Premier League musim ini bakal dihadang dua klub yang semuanya dilatih kompatriotnya dari Spanyol. Kedua klub tersebut adalah AFC Bournemouth dan Aston Villa yang masing-masing dilatih Andoni Iraola dan Unai Emery. 

Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Ungkap Rencana Strategis di Piala Asia 2027, Skuad Garuda Masuk Grup Neraka

Iraola dan Emery akan menghadang laju Pep dalam dua matchweek terakhir City. Dilansir dari laman resmi klub, Pep itu tidak ingin memikirkan calon lawan klubnya. Pelatih berjuluk Sang Filsuf itu hanya fokus dengan kekuatan klubnya sendiri. “Yang bisa aku katakan, Bournemouth bukan tempat terbaik untuk dikunjungi dan Aston Villa adalah laga yang terakhir,” seloroh Pep.

Haaland dan Tiga Matchweek Akhir

Termasuk gol ke gawang Brentford FC kemarin, stri­ker City Erling Haaland selalu menciptakan gol dalam empat matchweek beruntun Premier League. Nah, dalam tiga matchweek terakhir, Haaland ditantang meneruskan streak gol. Faktanya sejak bermain di Premier League bersama City, dia hanya menciptakan satu gol dalam tiga matchweek terakhir.  

Seperti yang dikutip dari Evening Standard, Haaland ingin mematahkan statistik tersebut. “Aku berusaha menjalankan pekerjaanku sebagai striker yang harus menciptakan gol. Aku sudah mencatat 26 gol dan itu sudah lebih banyak dari musim lalu,” tutur Haaland.(ren/dns/gem)

Laporan JPG

Editor : Arif Oktafian
#Jeremy Doku #brentford fc #manchester