PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kekecewaan atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 kian memuncak.
Hingga kini, sisa bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dispora Riau belum juga dicairkan, sehingga memicu rencana aksi yang ingin dilakukan pelatih dan atlet untuk mempertanyakan kejelasan hak mereka ke Dispora Riau.
Salah seorang pelatih cabang olahraga senam, Ahmad Markos, mengungkapkan bahwa para atlet dan pelatih akan mempertanyakan langsung ke Dispora Riau guna membahas langkah lanjutan terkait keterlambatan pencairan bonus.
Baca Juga: Awal Pekan, Riau Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Menurutnya, bonus tersebut merupakan hak yang seharusnya diterima atlet dan pelatih atas prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah pada ajang PON 2024.
"Kami akan mempertanyakan ke Dispora Riau terkait bonus tersebut yang merupakan hak atlet dan pelatih peraih medali. Kami menilai kondisi ini sangat memprihatinkan karena hingga kini bonus belum juga diserahkan," ujar Ahmad Markos, Senin (1/6/2026).
Ia menilai keterlambatan pencairan bonus telah mencoreng citra pembinaan olahraga di Provinsi Riau atau di Dispora Riau.
Baca Juga: Beasiswa Riau dan Investasi Masa Depan Daerah
Menurutnya, berbagai daerah lain yang juga menghadapi keterbatasan anggaran tetap berupaya memenuhi komitmen kepada atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama daerah.
"Daerah lain yang juga mengalami defisit anggaran tetap bertanggung jawab dan telah menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih mereka. Sementara di Riau hingga kini belum tuntas,"katanya.
Ahmad Markos menyebut dalam pertemuan tersebut para atlet dan pelatih akan membahas kemungkinan menyampaikan aspirasi secara lebih luas kepada berbagai pihak.
Baca Juga: Gajah Liar Lintasi Perkebunan Warga di Wilayah Muara Fajar
Ia juga mengaku tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut akan disampaikan ke tingkat nasional apabila tidak ada kepastian mengenai pencairan bonus yang dijanjikan.
"Kami ingin ada kejelasan. Atlet dan pelatih sudah berjuang membawa nama baik daerah. Jangan sampai hak mereka terabaikan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Yurnalis, menegaskan bahwa pemberian bonus kepada atlet dan pelatih bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Baca Juga: 4 Juni Jemaah Haji Riau Tiba di Batam, Menginap Sehari, Baru Kembali ke Daerah
Menanggapi keluhan yang disampaikan atlet dan pelatih, Yurnalis mempersilakan pihak yang bersangkutan untuk datang langsung ke Dispora guna memperoleh penjelasan.
"Suruh saja orang itu jumpa Dispora," ujarnya singkat saat dikonfirmasi Riaupos.co.
Ia juga menjelaskan bahwa bonus bukan merupakan kewajiban mutlak pemerintah daerah apabila kondisi keuangan tidak memungkinkan.
"Tidak ada kewajiban pemprov memberikan bonus, tergantung kemampuan keuangan daerah. Kalau kita tidak ada uang, uang yang mana mau diberikan," katanya.
Keterlambatan pencairan bonus ini menambah keresahan di kalangan atlet dan pelatih yang telah berbulan-bulan menunggu realisasi janji penghargaan atas prestasi mereka.
Para atlet dan pelatih menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan semata soal nominal bonus, melainkan bentuk penghargaan dan komitmen pemerintah terhadap pembinaan olahraga prestasi di Riau.
Baca Juga: Suhu Udara Capai 35 °C, 11 Daerah Siaga Darurat Karhutla
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Dispora Riau mengenai kapan sisa bonus PON dan Peparnas 2024 tersebut akan direalisasikan.
Editor : M. Erizal