JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat. Selama turnamen berlangsung, suhu diprediksi panas dan tingkat kelembapan tinggi.
Kondisi panas tentu menjadi salah satu tantangan terbesar bagi seluruh peserta Piala Dunia. Menghadapi hal itu, Timnas Inggris akan memanfaatkan teknologi pendingin telapak tangan selama gelaran Piala Dunia 2026.
Sejumlah penelitian menunjukkan sekitar sepertiga pertandingan akan dimainkan dalam suhu yang melebihi 26 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebugaran, daya tahan, dan proses pemulihan pemain sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Tidak Menyesal Bawa Neymar yang Cedera Masuk Skuad Brasil ke Piala Dunia
Saat menjalani pemusatan latihan di Florida, Amerika Serikat, Timnas Inggris sudah mulai merasakan kondisi panas itu. Pada sesi latihan perdana di West Palm Beach, suhu udara mencapai sekitar 32 derajat Celsius. Situasi itu membuat staf pelatih mencari berbagai cara untuk menjaga kondisi fisik para pemain tetap optimal.
Makanya untuk menjaga kerbugaran pemain, teknologi pendingin jadi andalan. Perangkat pendingin telapak tangan pun kini semakin populer di kalangan atlet profesional berbagai cabang olahraga.
Beberapa klub elite Eropa diketahui telah menggunakan teknologi tersebut sebagai bagian dari program pemulihan pemain. Manchester United menjadi salah satu klub yang disebut telah memanfaatkan perangkat serupa dalam aktivitas tim.
Baca Juga: Jude Bellingham Berpacu dengan Waktu untuk Pulih dan Siap Bermain di Timnas Inggris
Berdasarkan hasil penelitian, pendinginan pada area telapak tangan mampu membantu menurunkan suhu inti tubuh. Penurunan suhu tubuh yang lebih cepat dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan fisik pemain.
Dengan dukungan teknologi modern dan persiapan fisik yang matang, Inggris pun berharap mampu tampil maksimal sepanjang turnamen.
Timnas Inggris berencana menggunakan perangkat itu selama sesi latihan maupun saat jeda minum pertandingan. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan ilmiah yang diterapkan tim untuk menghadapi turnamen besar.
Gelandang Inggris Jordan Henderson menilai proses adaptasi cuaca menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Menurutnya, pekan pertama pemusatan latihan difokuskan untuk membantu pemain beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Ia memuji kinerja staf pendukung yang melakukan berbagai riset terkait pemulihan pemain. Menurut Henderson, penelitian mengenai pendinginan tubuh dan pemulihan dilakukan dengan standar yang sangat tinggi.
Henderson mengatakan tubuh para pemain harus dibiasakan menghadapi suhu dan kelembapan tinggi sejak awal. Ia juga menilai laga uji coba akan membantu tim membangun kesiapan sebelum memasuki turnamen.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Resmi Raih Lisensi Klub Profesional dengan Status Granted Kategori Super League
Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat memberikan keuntungan tambahan bagi Inggris di Piala Dunia. Sebelum turnamen dimulai, Inggris akan menghadapi Selandia Baru dalam laga persahabatan pada 6 Juni.
Empat hari kemudian, tim asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan bertemu Kosta Rika dalam pertandingan uji coba berikutnya. Inggris kemudian memulai perjalanan Piala Dunia dengan menghadapi Kroasia pada 17 Juni mendatang. Setelah itu, The Three Lions akan melawan Ghana pada 23 Juni dan Panama pada 27 Juni.
Sumber: Pojoksatu.id
Editor : Rinaldi