Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Belgia V Mesir ; Rivalitas Sisa Generasi Emas

Tim Redaksi • Senin, 15 Juni 2026 | 12:27 WIB
Kevin De Bruyne (Gelandang Belgia). (JPG)
Kevin De Bruyne (Gelandang Belgia). (JPG)

 

SEATTLE (RIAUPOS.CO) - Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah sama-sama gagal bersinar di Chelsea FC. Namun, setelah meninggalkan Stamford Bridge, keduanya justru menjelma menjadi dua pemain terbaik gene­rasinya. De Bruyne berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia bersama Manchester City. Sedangkan Salah muncul sebagai ikon Liverpool FC.

Meski berulang kali terlibat persaingan sengit di Premier League, De Bruyne dan Salah baru sekali saling berhadapan di level internasional. Laga pertama Grup G Piala Dunia 2026 antara Rivalitas Sisa Generasi Emas

Belgia melawan Mesir di Lumen Field, Seattle, Selasa (16/6) dini hari nanti akan menjadi pertemuan kedua mereka bersama timnas senior (siaran langsung TVRI pukul 02.00 WIB).

Kini, usia keduanya tidak lagi muda. Salah akan genap berusia 34 tahun, tepat pada hari pertandingan. Sementara De Bruyne akan menginjak usia 35 tahun pada 28 Juni. Nah, Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pun menjadi kesempatan terakhir mereka untuk tampil di turnamen bergengsi empat tahunan tersebut.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Dua Kali Tertinggal, Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2

Sisa Generasi Emas

De Bruyne sudah tiga kali tampil di Piala Dunia , keempat tahun ini. Tapi, dia belum berhasil mengantar generasi emas Belgia meraih gelar. Bersama Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Romelu Lukaku, dia sempat membawa De Rode Duivels menembus peringkat pertama FIFA dan finis ketiga pada Piala Dunia 2018. 

Namun, Belgia juga merasakan pahitnya tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Sementara itu, di ajang Euro, De Bruyne dkk hanya mencapai babak perempat final pada edisi 2016 dan 2020, dan kemudian tersingkir pada babak 16 besar di Euro 2020. 

Kini, dari generasi emas itu hanya tersisa De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois. Piala Dunia 2026 bakal menjadi kesempatan terakhir mereka membela Setan Merah.

Baca Juga: Dukung Performa Generasi Muda, Aqua Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia

“Merupakan kehormatan masih berada di sini setelah 16 tahun,” ujar De Bruyne dikutip dari Sporza. “Saya tahu saya tidak akan bermain 10 tahun lagi bersama tim nasional. Karena itu saya ingin benar-benar memahami apa artinya bermain untuk membela negara,” lanjut gelandang Napoli tersebut.

Legenda tanpa Mahkota

Di sisi lain, Salah datang dengan misi yang lebih personal. Cedera bahu yang dialaminya seusai final Liga Champions 2018, membuat kontribusinya di Piala Dunia Rusia di tahun yang sama jauh dari maksimal. Padahal, pada 2018 itu dia berada pada fase dan usia emas. Tragisnya, empat tahun kemudian Mesir justru gagal lolos ke Qatar setelah kalah adu penalti dari Senegal pada babak play-off.

Tahun ini, Salah kembali dengan misi sederhana:  membawa Mesir meraih kemenangan pertama di Piala Dunia. Selain itu, Salah hanya perlu dua gol lagi untuk menyamai rekor Hossam Hassan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Mesir dengan 69 gol. Menariknya, Hassan kini menjadi pelatih The Pharaohs, julukan Mesir.

“Ini grup yang sulit dan setiap tim punya peluang,” kata Salah kepada Sky Sports. “Kami akan memberikan segalanya dan berharap bisa lolos serta melaju jauh di Piala Dunia,” ujarnya.(ka/bas/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Belgia vs Mesir #piala dunia 2026 #fifa world cup