Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Aksi Kiper 40 Tahun Tanjung Verde saat Lawan Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 Tuai Pujian, Jadi Man of the Match, Ini Profil Lengkapnya!

Redaksi • Selasa, 16 Juni 2026 | 10:57 WIB
 Josimar José Évora Dias alias Vozinha. (Facebook TotalEnergies Africa Cup of Nations)
Josimar José Évora Dias alias Vozinha. (Facebook TotalEnergies Africa Cup of Nations)

 
RIAUPOS.CO -  Josimar José Évora Dias atau yang lebih populer dengan nama Vozinha mendadak jadi perbincangan usai Tanjung Verde secara mengejutkan menahan imbang timnas Spanyol di laga pertama Grup H Piala Dunia 2026. 

Vozinha tampil gemilang di bawah mistar gawang hingga dinobatkan sebagai Man of the Match alias pemain terbaik dalam laga tersebut.

Duel Tanjung Verde melawan timnas Spanyol tersaji di Atlanta Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) malam WIB. Secara mengejutkan, Blue Sharks, julukan Timnas Tanjung Verde, mencuri satu poin setelah menahan imbang tim raksasa tanpa gol di piala dunia.

Baca Juga: Sempatkan Waktu untuk Sarapan Pagi Sebelum Beraktivitas, Berikut 7 Alasan Medis Pentingnya Sarapan

Timnas Spanyol sejatinya tampil sangat dominan dalam laga tersebut. Skuad berjuluk La Furia Roja itu tercatat melepaskan 23 tembakan ke gawang Tanjung Verde, dan delapan tembakan yang mengarah ke gawang. Mereka juga menguasai penguasaan bola 62 persen.

Akan tetapi, Tanjung Verde bermain sangat disiplin. Kejutan tim asal Afrika itu juga tak luput dari performa gemilang Vozinha yang jatuh bangun di bawah mistar gawang. Kiper veterean berusia 40 tahun itu benar-benar menjadi momok bagi skuad Spanyol dalam laga tersebut.

Vozinha total melakukan tujuh penyelamatan, termasuk menepis sundulan Mikel Oyarzabal di mulut gawang. Penyelamat-penyelamatannya sukses membuat para pemain bintang Spanyol frustrasi. Penampilan gemilang tersebut pun membuatnya keluar sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

Baca Juga: Biasakan Minum Air Hangat Setiap Pagi, Rasakan 8 Manfaat Ini bagi Kesehatan Tubuh

Vozinha baru mencatatkan namanya sebagai pemain profesional di usia 25 tahun atau tepatnya pada tahun 2011 lalu. Klub pertamanya adalah Batuque, salah satu klub lokal di Tanjung Verde.

Dari situ, Vozinha mulai menapaki kariernya ke luar Tanjung Verde. Dia berlabuh ke klub Angola, Progresso, pada tahun 2015. Setelah itu mulai berpindah-pindah klub ke Zimbru Chisinau (Moldova), Gil Vicente (Portugal), AEL Limassol (Siprus), AS Trencin (Slovakia), dan Chaves (Portugal).

Chaves menjadi klub Vozinha saat ini. Hanya saja, kontraknya bersama klub kasta kedua Portugal itu akan berakhir pada awal Juli mendatang dan belum diketahui pasti apakah kontraknya bakal diperpanjang atau justru berlabuh ke klub lain seiring performa gemilangnya di Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Gol Bunuh Diri Mohamed Hany Samakan Kedudukan 1-1 untuk Timnas Belgia saat Lawan Mesir di Piala Dunia 2026

Vozinha juga pernah bergabung ke AS Trencin dari AEL Limassol pada tahun 2022. Menariknya, dia saat itu menjadi rekan setim Witan Sulaeman.

Vozinha dan Witan berjuang bersama AS Trencin di Liga Slovakia pada musim 2022/2023. Kebersamaan mereka di sana hanya berjalan satu musim saja.

Sebab, Witan pindah ke Persija Jakarta pada musim 2023. Setahun berselang, giliran Vozinha yang cabut meninggalkan AS Trencin dan merapat ke Chaves.

Baca Juga: 5 Makanan Dapat Mencegah Kerontokan dan Memperkuat Rambut 

Nama Vozinha terbilang cukup unik. Namun itu bukanlah nama sebenarnya, melainkan hanya nama panggilan. Nama asli kiper veteran Tanjung Verde itu adalah Josimar José Évora Dias.

Namun, dia memakai Vozinha untuk nama punggung. Dalam bahasa Inggris, julukan itu diartikan sebagai Voice atau Sang Suara, sebuah sebutan yang sangat cocok untuk merepresentasikan perannya sebagai pemimpin di lapangan.

Kiper berusia 40 tahun itu menceritakan kenapa dirinya memakai nama punggung Vozinha. Dia mengungkapkan bahwa sebutan itu melekat sejak masa kecilnya di Pulao Sao Vicente, Tanjung Verde.

Baca Juga: Ketahui 6 Manfaat Lemon, Salah Satunya Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan, Apa Lagi?

“Julukan itu berasal dari kakek dan nenek saya,” ujar Vozinha kepada FIFA, dikutip dari Olympics, Selasa (16/6/2026).

“Saya tidak pernah tinggal bersama orang tua saya. Saat saya lahir, ayah saya sedang menjalani wajib militer dan ibu saya harus bekerja keras untuk mencari nafkah. Karena itu, saya tumbuh besar bersama kakek dan nenek,” sambung dia.

Julukan masa kecil itu terus dibawanya hingga Vozinha memulai karir abroadnya saat memperkuat klub Angola, Progresso. Dia mengakui bahwa awalnya tidak senang dengan sebutan tersebut. Tapi, dia akhirnya menjadikan nama Vozinha sebagai nama punggung karena di Progresso ada kiper lain yang bernama Josimar.

Baca Juga: Cara Alami Menenangkan Diri, 5 Pilihan Teh Herbal Bantu Rileks dan Redakan Stres

“Tidak ada yang mengenal saya seperti itu (dengan nama asli saya) di Cape Verde. Awalnya saya tidak menyukainya, bahkan saya sempat kesal,” tutur Vozinha.

“Ketika saya tiba di Angola, ada kiper lain yang juga bernama Josimar. Saya berkata bahwa saya tidak mau memakai nama Josimar II di jersey. Jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Cape Verde, itulah nama yang akan saya gunakan,” ungkap Vozinha.

Siapa sangka, kini nama Vozinha sukses menyita perhatian dunia. Kiper veteran itu berhasil menjadi pahlawan Tanjung Verde ketika menahan imbang Spanyol dengan skor imbang 0-0.

Baca Juga: 6 Jenis Buah-buahan yang Bermanfaat untuk Menurunkan Risiko Penyakit Ginjal

Profil Pemain:

Nama Lengkap: Josimar José Évora Dias

Tempat Lahir: Mindelo, Tanjung Verde

Baca Juga: 7 Manfaat Artichoke yang Jarang Diketahui Meski Sayuran Ini Kurang Populer di Tanah Air

Tanggal Lahir: 3 Juni 1986

Klub: Chaves

Posisi: Penjaga Gawang

Tinggi: 189 cm

Editor : M. Erizal
#Spanyol Piala Dunia 2026 #Tanjung Verde #spanyol vs tanjung verde #piala dunia 2026