EAST RUTHERFORD (RIAUPOS.CO) - Kylian Mbappe menjalani 2026 dengan panen kritikan. Bukan hanya karena striker berjuluk Donatello itu gagal membawa klubnya, Real Madrid memenangi gelar musim lalu. Mbappe juga dikritik karena performa yang dianggap belum meyakinkan sebagai kapten sekaligus pencetak gol utama Les Bleus, sebutan Prancis di Piala Dunia 2026.
Mbappe hanya mampu menorehkan sebiji gol dalam empat laga laga uji coba Prancis pada tahun ini. Keraguan pun tertuju kepada striker El Real berusia 27 tahun itu kala memimpin Les Bleus memulai Piala Dunia dengan menghadapi Senegal di MetLife Stadium, East Rutherford, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Nasional pukul 02.00 WIB).
False nine Prancis yang musim lalu bergelimang empat gelar bersama Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele pasang badan untuk Mbappe. Peraih Ballon d’Or 2025 itu pun menyebut laga dini hari nanti jadi momentum bagus bagi Mbappe membungkam kritik. ’’Di timnas, dia seorang pemimpin,’’ tegas Dembele.
Dembele menilai, kritikan yang dilontarkan pendukung Real dan Prancis kepada Mbappe sudah berlebihan. ’’Dia pemain yang luar biasa. Di luar lapangan, dia sosok yang baik. Dia tetaplah manusia,’’ tambah Dembele.
Selebrasi Tiup Seruling
Mbappe selalu menandai laga pertama ajang mayor dengan kontribusi gol (mencetak gol atau umpan gol). Sebut saja satu gol dan satu umpan gol ke gawang Australia di Piala Dunia 2022 lalu satu umpan gol lawan Austria di Euro 2024.
Makanya, Donatello sudah memikirkan selebrasi gol di Piala Dunia. Salah satunya saat bisa menjebol gawang Senegal dini hari nanti. ’’Jika aku menciptakan gol melawan Senegal, aku akan melakukan hal ini untuk kalian,’’ ungkap Mbappe dengan gestur tangan seperti meniup seruling saat diwawancarai FOX Sports.
Mbappe mengaku sudah belajar memainkan seruling sejak 2-3 tahun lalu. ’’Sudah lama sekali (tidak bermain seruling), aku lupa semuanya,’’ candanya. Jika mampu mencetak gol, Mbappe bisa jadi pencetak gol sepanjang masa Prancis. Saat ini, dia dan Olivier Giroud bersanding dengan koleksi 57 gol.
Absennya gelandang serang Zinedine Zidane saat Prancis ditaklukkan Senegal 0-1 dalam laga pembuka Piala Dunia 2002 diyakini karena kiriman sihir dari dukun di Senegal. Itu mengacu kondisi Zidane yang tidak mengalami cedera apa pun jelang laga.
Tetapi, Zidane mendadak absen karena cedera saat pemanasan jelang kick-off. Ayah Mbappe, Wilfrid Mbappe, waswas jika pengalaman Zidane terjadi kepada putranya. Wilfrid pun sampai menghubungi mantan striker Senegal El Hadji Diouf. Hal itu diceritakan Diouf.
’’Dia (Wilfrid) mengatakan kepadaku supaya anaknya tidak diperlakukan seperti yang pernah dilakukan kepada Zidane,’’ ungkap Diouf dilansir dari L’Equipe.(ren/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian