FOXBOROUGH (RIAUPOS.CO) - Erling Haaland hanya membutuhkan 29 menit untuk mencetak gol Piala Dunia pertamanya dalam debut turnamennya melawan Irak pada Rabu (17/6/2026) pagi WIB. Penyerang Manchester City itu mencetak dua gol dalam kemenangan telak 4-1 dan membuktikan dirinya sebagai salah satu bintang terbesar turnamen ini.
Haaland, 25 tahun, telah menjadi salah satu striker paling produktif di dunia sejak kemunculannya pada tahun 2019. Namun, ia harus menunggu hingga sekarang untuk bermain di Piala Dunia, karena Norwegia gagal lolos sejak 1998.
Dikutip dari ESPN menjelang turnamen, Erling Haaland mengatakan bagaimana sesuatu terasa "hilang" selama sebagian besar kariernya, yang telah membuatnya memenangkan sejumlah gelar besar untuk Manchester City.
"Rasanya hilang pada tahun 2022 di Qatar dan juga di Euro 2024. Jadi sekarang akhirnya terjadi, dan sudah waktunya," katanya.
Pada Rabu pagi WIB, ia dengan cepat menebus waktu yang hilang itu. Gol pertamanya tercipta setelah jeda minum, saat ia memanfaatkan umpan silang rendah dari David Møller Wolfe.
Irak sempat menyamakan kedudukan dengan sundulan Aymen Hussein yang bagus, namun tak lama kemudian Haaland memanfaatkan kesalahan kiper Irak, Jalal Hassan, yang mencoba mengoper bola dari belakang, tetapi dia hanya bisa menyaksikan striker Norwegia itu mendahuluinya dan mencetak gol ke gawang kosong.
Kristian Thorstvedt mencetak gol terakhir tepat sebelum peluit akhir berbunyi, dengan Haaland mendapatkan kredit untuk assist. Haaland telah menyamai rekor Norwegia untuk gol terbanyak di Piala Dunia, yang sebelumnya dipegang oleh gelandang Kjetil Rekdal. Gol-golnya pada hari Selasa adalah gol ke-56 dan ke-57 dalam kariernya bersama Norwegia, menambah keunggulannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa negara itu.
Baca Juga: Satu Warga Sigi Jadi Korban Meninggal akibat Gempa Bumi di Sulteng
Ia akan mendapatkan setidaknya dua kesempatan lagi untuk menambah jumlah golnya di dua pertandingan grup terakhir Norwegia. Mereka akan bermain melawan Senegal di New Jersey pada 22 Juni sebelum kembali ke Foxborough untuk menghadapi Prancis pada 26 Juni.
Irak, yang bermain di Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah debut pada tahun 1986, menunjukkan performa yang baik dengan dukungan sejumlah besar pendukung yang sebagian besar terkonsentrasi di belakang salah satu gawang.***
Editor : Edwar Yaman