Hasil imbang 1-1 tersebut memicu kritik dari suporter di media sosial. Ada yang menyebut Swiss sebagai tim terburuk di Piala Dunia, ada pula yang menuding para pemain tampil memalukan. Kondisi ini membuat Rossocrociati -julukan Swiss-berada dalam tekanan.
Nah, dalam situasi tersebut, Swiss harus langsung menghadapi ujian berikutnya. Mereka akan menantang Bosnia-Herzegovina pada laga kedua Grup B di SoFi Stadium, Los Angeles, dini hari nanti (siaran langsung TVRI pukul 02.00 WIB).
Gelandang Swiss Fabian Rieder sadar dengan kekecewaan yang dirasakan publik negaranya. Namun, pemain FC Augsburg itu berusaha tetap optimistis.
“Kami memiliki kualitas yang luar biasa dan semangat tim yang hebat. Kami ingin menunjukkannya pada pertandingan berikutnya untuk seluruh Swiss dan para suporter,” tegas Rieder kepada Blueplus.
Pemain 24 tahun tersebut mengaku sudah tidak sabar menantikan duel melawan Bosnia. Pada laga kontra Qatar, dia tampil selama 25 menit sebagai pemain pengganti. “Saya yakin kami memiliki banyak kualitas. Tim juga yakin akan hal itu, dan sekarang kami ingin meyakinkan para suporter,” lanjutnya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Harry Kane Pimpin Inggris Raih Kemenangan Penting atas Kroasia
Di sisi lain, teka-teki masih menyelimuti kapten Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko. Dia mengalami cedera bahu saat playoff melawan Italia. Akibatnya, dia harus melewatkan beberapa laga uji coba menjelang Piala Dunia. Ketika Bosnia bermain imbang 1-1 melawan Kanada pada laga pertama Grup B, penyerang 40 tahun itu juga hanya duduk di bangku cadangan.
Pelatih Bosnia Sergej Barbarez sebenarnya ingin menurunkan Dzeko saat menghadapi Kanada. Namun, rencana tersebut buyar setelah bek Sead Kolasinac mengalami cedera. Situasi itu membuat jatah pergantian pemain harus digunakan untuk mengganti Kolasinac.(jpg)
Laporan JPG, Los Angeles
Editor : Arif Oktafian