Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Uzbekistan V Kolombia: Pertahanan Jadi Kunci 

Tim Redaksi • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:13 WIB
UZBEKISTAN VS KOLOMBIA. (JPG)
UZBEKISTAN VS KOLOMBIA. (JPG)
MEXICO CITY (RIAUPOS.CO) - Fabio Can­na­varo pernah mengangkat trofi juara Piala Dunia bersama Italia dua dekade silam. Sukses Gli Azzurri, sebutan Italia tak lepas dari pertahanan tangguh yang dibangun Cannavaro. Il Muro di Berlino atau Tembok Berlin, begitu julukan yang diberikan media-media Italia kepadanya seiring Piala Dunia 2006 berlangsung di Jerman.

Tahun ini, Cannavaro kembali ke Piala Dunia sebagai pelatih Uzbekistan. Cerita sukses Cannavaro sebagai Il Muro di Berlino pun ingin ditularkannya kepada Turanians, julukan Uzbekistan sebagai tim debutan Piala Dunia. Diawali saat Eldor Shomurodov dkk menantang Kolombia dalam matchday pertama Grup K di Estadio Azteca, Mexico City, pagi ini (siaran langsung TVRI Sport pukul 09.00 WIB).

Menurut Canna, sapaan akrab Cannavaro pertahanan tangguh bisa jadi kunci sukses Turanians di Piala Dunia 2026. ’’Seperti saat aku masih bermain, ambisiku tetap sama (memperkuat pertahanan, red),’’ kata Canna dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

Baca Juga: Lionel Messi Hat-trick untuk Samai Rekor Klose

Canna pun menyiratkan, Turanians bakal bermain pragmatis karena fokus dengan pertahanan. ’’Kolombia seperti halnya Portugal. Mereka akan bermain menyerang dengan level tinggi. Kami harus meredamnya,” tutur pelatih 52 tahun tersebut.

Seperti Canna, entrenador Kolombia Nestor Lorenzo juga bermain sebagai bek tengah semasa aktif bermain. Lorenzo masuk dalam skuad Argentina yang dikalahkan Jerman Barat dalam final Piala Dunia 1990 di Stadio Olimpico, Roma. Jadi, adu taktik mantan dua bek ini akan menentukan hasil laga nanti.

Kepada Diario AS, Lorenzo telah mempelajari gaya main Uzbekistan di tangan Canna. Termasuk skema main bertahan Turanians. ”Meski lawan kami tim debutan (di Piala Dunia), kami tidak mau jemawa dan harus mengawali Piala Dunia dengan olok-olokan (gara-gara kalah oleh Uzbekistan, red),’’ beber pelatih yang sudah empat tahun terakhir menangani Kolombia tersebut.

Baca Juga: Swiss VS Bosnia: Tak Ingin Dikritik Lagi

Khusa versus Lucho

Bek tengah Uzbekistan Abdukodir Khusanov dan wide attacker Kolombia Luis Diaz akan kembali bertemu setelah musim lalu terpisah. Diaz yang meninggalkan Liverpool FC (LFC) untuk bergabung dengan Bayern Munchen pernah head-to-head dengan Khusa, sapaan akrab Abdukodir Khusanov dalam matchweek ke-26 Premier League 2024-2025.

Dalam laga di Stadion Etihad, kandang City, Khusa harus menerima kekalahan dua gol tanpa balas oleh LFC. Meski begitu, Khusa mampu mengagalkan Lucho, sapaan akrab Luis Diaz mencetak gol. 

Dilansir dari Tribuna, kala itu Khusa dapat mencatatkan kecepatan lari 35,5 kilometer per jam untuk meredam Lucho. ’’Kini, waktu itu telah tiba bagi kami untuk bersaing di lapangan lagi,’’ ucap Lucho tentang Khusa dilansir dari El Espectador. (ren/dns/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#Fabio Cannavaro #piala dunia 2026 #uzbekistan