(RIAUPOS.CO) - Miguel Almirón menjadi pemain pertama yang diusir karena menutupi mulutnya dan berbicara selama pertikaian ketika ia mendapat kartu merah dalam pertandingan Grup D Piala Dunia FIFA 2026 saat Paraguay melawan Turki di San Francisco Bay Area Stadium, Sabtu (20/6/2026) siang WIB.
Ia diusir pada menit ketiga waktu tambahan di babak pertama. Almirón menutupi mulutnya dan tampak berbicara kepada bek kanan Turki, Mert Muldur. Setelah tinjauan VAR singkat oleh wasit asal El Salvador, Ivan Barton, ia menerima kartu merah.
Gelandang Atlanta United itu diusir setelah peraturan baru yang disahkan oleh IFAB yang menyatakan bahwa, pemain mana pun yang menutupi mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenai sanksi kartu merah.
Baca Juga: Bermasalah dengan Hidung Tersumbat? Berikut 5 Tips Ampuh untuk Meredakannya dengan Cepat
Peraturan tersebut diberlakukan untuk mencegah komentar rasis yang mungkin disembunyikan, setelah insiden kontroversial yang melibatkan pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni dan Vinicius Junior dari Real Madrid di Liga Champions UEFA 2025-26.
Menurut peraturan baru tersebut, jika percakapan berlangsung dalam konteks yang ramah, pemain dapat menutupi mulut mereka. Tetapi begitu ada sedikit pun indikasi konfrontasi, itu otomatis kartu merah.
Ini adalah kartu merah ketiga Paraguay dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Dua kartu merah sebelumnya terjadi pada tahun 2002 (Carlos Paredes dan Roberto Acuña). Ini juga merupakan kartu merah ketujuh di turnamen ini, terbanyak dalam Piala Dunia sejak 2014 (10).
Baca Juga: Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan BPH Migas Awasi Distribusi BBM
Sebelumnya, Matias Galarza mencetak gol tercepat di edisi 2026 ketika ia melepaskan tembakan keras dari jarak jauh pada menit ke-1:05. Gol cepat itu membuat Paraguay memimpin 1-0. Turki berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk tendangan Arda Guler pada menit ke-14 yang masih melambung.
Peluang terbaik Turki hadir pada menit ke-36 saat sundulan Mert Muldur menyambut tendangan bebas. Namun bola hanya membentur mistar gawang sehingga skor tetap tidak berubah.
Babak Pertama Berlangsung Panas
Pertandingan berlangsung keras sejak awal. Paraguay tercatat melakukan 11 pelanggaran sepanjang babak pertama dan menerima satu kartu kuning sebelum insiden kartu merah Almiron.
Beberapa kali terjadi cekcok antarpemain yang membuat tensi pertandingan meningkat. Situasi tersebut mencapai puncaknya ketika Almiron dan Muldur terlibat adu argumen menjelang turun minum.
Kartu merah yang diterima Almiron menjadi pukulan besar bagi Paraguay. Meski demikian, mereka tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.
Dengan keputusan tersebut, nama Miguel Almiron kini tercatat dalam sejarah sebagai pemain pertama yang diusir dari lapangan pada Piala Dunia 2026 akibat pelanggaran aturan baru FIFA terkait berbicara sambil menutupi mulut.***
Editor : Edwar Yaman