MACAU (RIAUPOS.CO) - Ganda putra muda Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi harus puas finis sebagai runner up Macau Open 2026. Pada partai final BWF World Tour Super 300 yang berlangsung Ahad (21/6), pasangan unggulan keempat itu takluk dari wakil Korea Selatan Yong Jin/Jongmin Lee dengan skor 21-18, 19-21, 10-21.
Ali/Devin sempat memulai pertandingan dengan baik dan merebut gim pertama. Namun, pasangan Korea mampu bangkit pada dua gim berikutnya. Setelah berhasil menyamakan kedudukan di gim kedua, Yong/Jongmin tampil semakin percaya diri dan mendominasi gim penentuan.
Ali tetap bersyukur atas pencapaian tersebut. Dia bangga bisa menembus final turnamen BWF Super 300 untuk kali pertama dalam kariernya. “Alhamdulillah, yang pasti saya bangga bisa menjadi finalis di BWF Super 300 pertama saya. Banyak pelajaran mahal yang saya dapat,” ujar Ali.
Menurutnya, perubahan momentum terjadi setelah lawan berhasil mengejar ketertinggalan pada gim kedua. Hal itu membuat pasangan Korea tampil lebih percaya diri dan semakin sulit ditembus dari sisi pertahanan.
Baca Juga: Lesakkan Gol Ke-100
“Tadi setelah berhasil mengejar ketertinggalan di gim kedua, lawan lebih percaya diri sehingga lebih kuat dari segi defense,” tambahnya.
Ali juga menyoroti evaluasi yang harus segera dilakukan bersama Devin. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah hilangnya keunggulan saat sudah berada di atas angin. “Ke depannya yang penting fokus dulu, karena kami sering sekali ketika sudah unggul malah tersusul,” ungkapnya.
Sementara itu, Devin bersyukur dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Dia mengakui lawan tampil lebih solid dan tenang dalam situasi sulit.
“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tanpa cedera. Lawan kami cukup kuat. Kendala kami tadi hilang fokus dan kurang tenang saat terkejar,” ucap Devin.
Menurut dia, pasangan Korea memiliki keunggulan dalam ketahanan dan kekuatan di lapangan.(fiq/bas/jpg)
Editor : Arif Oktafian