Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

SKOTLANDIA V BRAZIL : Melawan Kesialan Nomor 9 

Tim Redaksi • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:28 WIB
LINE UP SKOTLANDIA V BRAZIL
LINE UP SKOTLANDIA V BRAZIL

 

MIAMI GARDENS (RIAUPOS.CO) - Matheus Cunha disebut-sebut sebagai The New R9. Itu adalah akronim nama Ronaldo Luis Nazario de Lima, stri­ker Brazil di Piala Dunia 2002 dan 2006. Kebetulan, Cunha di Piala Dunia 2026 mengenakan jersey nomor pung­gung 9 dan dipercaya main posisi nomor 9.

Cunha telah menunjukkan produktivitas dengan mencetak brace (dua gol) dalam kemenangan 3-0 Brazil atas Haiti (20/6). Striker Manchester United itu pun hanya perlu dua gol lagi untuk memutus catatan negatif striker Selecao, sebutan Brazil yang tidak pernah mencapai lebih dari 3 gol sejak era Ronaldo.

Kesempatan Cunha mencatatkan namanya di papan skor kembali terbuka saat Brazil menantang Skotlan­dia dalam matchday terakhir Grup C di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, dini hari nanti (siaran langsung TVRI Sport pukul 05.00 WIB). 

Baca Juga: Kroasia Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026 usai Kalahkan Panama lewat Gol Pemain Pengganti

Kepada Globo Esporte, Cunha mengaku semula tidak berencana memilih nomor 9, melainkan nomor 10. Akan tetapi, dipanggilnya Neymar Jr yang kemudian memilih nomor 10 membuat Cunha harus berpindah ke nomor 9.

Nomor itu sebenarnya sama seperti nomor Cunha di Manchester United. Bedanya, bersama The Red Devils,  julukan Manchester United, striker 27 tahun itu lebih bermain melebar di sayap kiri. ’’Terlepas tekanan yang sering diterima (pemakai nomor 9 di Selecao, red), aku akan melakukan segalanya untuk timnas. Aku mencoba melihat sisi positifnya. Banyak pemain hebat yang mengenakannya dan bisa tampil bagus,’’ tutur Cunha.

Ada dua pemain bertipikal nomor 9 di skuad Brazil saat ini. Selain Cunha, juga Igor Thiago. Musim lalu Thiago lebih ganas di klub. Dia mengoleksi 25 gol dari 40 laga bersama Brentford FC. Sementara Cunha mencetak sepuluh gol dari 35 laga dengan Manchester United.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Momentum Inggris Dihambat Ghana setelah Harry Kane Gagal Mencetak Gol dalam Laga Imbang

Thiago juga dipercaya sebagai starter saat Brazil mengawali Piala Dunia 2026 lawan Maroko (14/6). Akan tetapi, Cunha yang kemudian masuk menggantikan Thiago bermain lebih impresif dan dinamis. Karakter yang lebih ”diterima” oleh pemain Selecao lainnya di lini serang.

’’Dia lebih punya mobilitas (ketimbang Thiago). Saat dia bermain, dia memudahkanku melakukan pergantian posisi,’’ ucap gelandang serang Brazil Lucas Paqueta dilansir dari Radio Italia. 

Thiago memang lebih mirip penyerang klasik yang berdiri di area kotak penalti. Meski begitu, Paqueta menilai Thiago tetap punya nilai plus. ’’Penyerang seperti itu akan cocok bergantung dari karakter permainan lawan,’’ tutur Paqueta.

Mewaspadai Pemain Penjelajah

Berhadapan dengan Skotlandia akan jadi ujian Brazil dalam memenangkan permainan di lini tengah. Itu karena lini tengah Tartan Army, julukan Skotlandia  memiliki Scott McTominay (SSC Napoli) dan Lewis Ferguson (Bologna FC) sebagai dua pemain dengan area jelajah terjauh di Piala Dunia 2026 sampai kemarin (23/6). McTominay dengan 24,7 kilometer dan Ferguson 24,5 kilometer.

Mantan gelandang Brazil yang masuk dalam Technical Study Group (TSG) FIFA pada Piala Dunia 2026, Gilberto Silva, menilai McTominay-Ferguson bakal jadi perusak permainan Brazil. ’’Itu jika Skotlandia bisa memanfaatkannya,’’ ucap mantan pemain Arsenal tersebut dikutip dari Scotsman.

Samba yang Meneror Founding Father

Marquinhos dkk tidak akan memahami apa itu tabelinha atau chaleira jika leluhurnya dulu tidak menonton orang-orang Skotlandia bermain sepakbola. Tabelinha merupakan taktik umpan pendek ala sepakbola Skotlandia yang diajarkan Archie McLean, pesepakbola Ayr FC dan St Johnstone yang menjadi pekerja di J&P Coats, Sao Paulo, Brazil.

Sedangkan chaleira merupakan istilah salah satu trik sepakbola yang pada era 1890-an dipopulerkan Bapak Sepakbola Brazil berdarah Skotlandia Charles Miller. Satu abad setelah diperkenalkan dengan sepakbola, Brazil yang gantian “mengajari” skuad asal negeri sang founding father.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akhiri Paceklik Gol, Jadi Pemain Pertama yang Mencetak Gol di Enam Piala Dunia

Mengajari dalam artian, secara prestasi, skuad Samba yang lima kali juara dunia jauh lebih superior ketimbang The Tartan Army yang baru lolos lagi ke Piala Dunia tahun ini setelah menunggu 28 tahun. Begitu pula dari segi identitas permainan dan kedalaman skuad.

“Saya lebih suka mengatakan sepakbola Brazil cerminan dari Brazil sendiri. Spirit Samba, meski berasal dari Skotlandia,’’ ungkap Carlos Rudge Miller Junior, saudara laki-laki Maria Ignez, cucu perempuan Miller, seperti dikutip dari scottishfootballmuseum.org.

Tak selamanya guru kencing berdiri dan murid kencing berlari. Murid yang cerdas menyerap, mengolah, dan menghasilkan sentuhan baru terhadap ilmu yang didapat dari guru.  

Itulah yang terjadi pada Brazil. Meski orang Skotlandia yang membawa dan mengenalkan sepak bola ke Brazil, gelandang The Tartan Army John McGinn mengakui, gaya sepak bola Brazil saat ini memang lebih menakutkan ketimbang Skotlandia.

“Kami perlu menunjukkan lebih banyak kepribadian kami. Tapi, kami pun harus bangga dengan reaksi yang kami tunjukkan,’’ sebut McGinn, seperti dilansir laman UOL.(ren/ttg/dns/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#r9 #piala dunia 2026 #matheus cunha #brazil #skotlandia