Philadelphia (RIAUPOS.CO) - Laga Prancis melawan Irak di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, kemarin pagi menjadi laga terlama di Piala Dunia 2026. Total, duel tersebut baru tuntas setelah berlangsung selama hampir empat jam. Bagaimana bisa? Semua bermula ketika memasuki jeda babak pertama.
Hujan petir melanda kawasan Philadelphia. Di papan layar stadion, tertulis pesan penting: “Badai petir hebat mulai mendekat”. FIFA kemudian menunda jalannya babak kedua.
“Keselamatan dan keamanan semua individu adalah prioritas FIFA. Kami berterima kasih kepada semua penggemar atas pengertian dan kerja sama mereka,” tulis FIFA dalam situs resminya. Setelah 2 jam 15 menit, babak kedua akhirnya dimulai.
Baca Juga: Messi Lampaui Klose dan Marta
Total, laga tersebut baru tuntas setelah 3 jam 45 menit. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memaklumi hal tersebut. “Ini soal keselamatan. Kami tidak bisa melawan hujan dan petir. Selalu ada risiko, dan kami harus mematuhi aturan setempat. Kami hanya perlu menyesuaikan diri,” kata Deschamps dikutip dari The Athletic.
Usai hujan petir, Prancis tetap mampu tampil trengginas. “Kami mampu come back dengan sangat bagus, dan saya sangat bahagia dengan hasil ini,” tegas pelatih 57 tahun itu. Dalam laga itu, Prancis mampu menang tiga gol tanpa balas. Gol dicetak melalui brace Kylian Mbappe di menit 14 dan 54. Serta gol Ousmane Dembele di menit 66.(gus/bas/jpg)
Editor : Arif Oktafian