GUADALAJARA (RIAUPOS.CO) - Uruguay menarik kiper Fernando Muslera usai babak pertama pada laga terahir fase grup Piala Dunia 2026. Ini setelah kiper senior itu melakukan blunder di babak pertama uang memberi Spanyol menang 1-0 di Estadio Akron, Sabtu (27/6/2026) pagi WIB.
Muslera terjatuh dan bergerak ke kanan untuk menghentikan tembakan Álex Baena pada menit ke-42, meskipun kedua tangannya menyentuh bola, ia hanya berhasil menepisnya ke gawang sendiri sehingga Spanyol unggul 1-0 saat jeda.
Pada jeda, pelatih Uruguay Marcelo Bielsa memutuskan untuk mengganti Muslera dan memasukkan Sergio Rochet untuk menggantikannya.
Baca Juga: Tanjung Verde Menjadi Negara Terkecil yang Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia
Uruguay berusaha keras untuk bangkit di babak kedua yang berlangsung fisik, namun gagal dan akan mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia setelah hanya mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan. Kemenangan ini membawa Spanyol melaju sebagai juara grup dan Tanjung Verde, yang bermain imbang 2-2 dengan Uruguay, finis di posisi kedua untuk melaju ke babak selanjutnya.
Sebelum pertandingan, Muslera telah kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan pertama Uruguay di babak grup -- keduanya berakhir imbang. Kesalahan fatalnya membuatnya diganti dalam pertandingan Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Di awal babak kedua, Bielsa juga mengganti bintang Real Madrid, Federico Valverde yang tampak kesal saat menuju bangku cadangan. Sebelum pertandingan berakhir, Agustín Canobbio mendapat kartu merah langsung karena tekel dengan sepatu yang menancap ke sepatu pemain Spanyol.
Baca Juga: Lionel Messi Akan Memulai Laga Terakhir Argentina di Fase Grup Piala Dunia 2026 dari Bangku Cadangan
Penggantian Muslera di awal pertandingan hanya akan menambah perdebatan tentang apakah ia harus terus memiliki peran di tim nasional setelah menjadi pemain andalan selama bertahun-tahun. Muslera pertama kali melakukan debutnya di Piala Dunia pada tahun 2010.
Ini adalah akhir yang mengecewakan bagi Bielsa dan Uruguay, yang memenangkan Piala Dunia pada tahun 1930 dan 1950 tetapi kini gagal lolos ke babak gugur di dua turnamen berturut-turut.***
Editor : Edwar Yaman