Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Asosiasi Sepakbola Mesir Tidak Bisa Diam Saja Terkait Keputusan Wasit dalam Pertandingan Melawan Argentina

Edwar Yaman • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:49 WIB
Mesir sangat marah setelah kekalahan 3-2 dari Argentina karena mereka percaya wasit telah berpihak kepada Argentina. (Richard Sellers/Sportsphoto/Allstar via Getty Images)
Mesir sangat marah setelah kekalahan 3-2 dari Argentina karena mereka percaya wasit telah berpihak kepada Argentina. (Richard Sellers/Sportsphoto/Allstar via Getty Images)

 

(RIAUPOS.CO) - Asosiasi Sepakbola Mesir mengatakan pada hari Rabu waktu AS bahwa mereka tidak bisa diam saja mengenai keputusan wasit setelah kekalahan 3-2 Mohamed Salah dkk dari Argentina di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026.

Pelatih Mesir Hossam Hassan dan beberapa pemain mengkritik wasit setelah dibuat tak percaya ketika Argentina mencetak tiga gol tanpa balas dalam 13 menit untuk melakukan salah satu comeback terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

"Asosiasi Sepakbola Mesir tidak bisa diam saja mengenai keputusan wasit yang disaksikan selama pertandingan melawan Argentina serta kegagalan untuk menggunakan sistem Video Assistant Referee [VAR] dengan tepat," kata EFA dalam sebuah pernyataan Rabu pagi waktu AS.

 Baca Juga: FIFA Menolak Banding Prancis atas Kartu Kuning Michael Olise

Mesir tampaknya telah mencetak gol kedua mereka pada menit ke-58, tetapi tinjauan VAR menentukan bahwa Marawan Attia telah melakukan pelanggaran terhadap bek Argentina, Lisandro Martínez sebelum gol tersebut.

"Beberapa insiden penting menimbulkan kekhawatiran serius dan meninggalkan pertanyaan mendalam tentang konsistensi dan keadilan keputusan yang secara langsung memengaruhi jalannya pertandingan," lanjut pernyataan tersebut.

Gol kemenangan dari Enzo Fernández terjadi dua menit memasuki waktu tambahan dan memicu keributan di depan bangku cadangan Mesir.

Kartu merah diberikan kepada pelatih kiper Saafan Elsaghir, yang harus ditahan secara fisik agar tidak menyerang wasit asal Prancis, François Letexier. Beberapa kartu kuning diberikan kepada mereka yang protes keras atas gol terakhir Argentina setelah para wasit menolak untuk memeriksa potensi pelanggaran oleh Alexis Mac Allister dalam proses terjadinya gol tersebut.

Baca Juga: Analisis: Mengapa Rekam Jejak Kepemimpinan Penting dalam Memilih Rektor Perguruan Tinggi

"Apa yang terjadi selama pertandingan telah menimbulkan frustrasi yang meluas di antara para pemain, staf, dan pendukung kami, yang mengharapkan standar tertinggi dalam perwasitan di panggung sepak bola terbesar," kata pernyataan itu.

 

Mostafa Zico mencetak gol pada menit ke-67 untuk memberi Mesir keunggulan 2-0, tetapi momentum bergeser ke pihak Argentina ketika Lionel Messi memberikan assist kepada Cristian Romero pada menit ke-79 -- gol pertama dari tiga gol beruntun.

Sebelumnya pelatih Mesir Hossam Hassan mengatakan timnya menjadi korban ketidakadilan dan menyebut FIFA ingin Lionel Messi tetap bersaing di kompetisi tersebut. Messi mencetak gol penyeimbang untuk membuat skor menjadi 2-2. Argentina pun menang 3-2 dan melaju ke perempatfinal untuk menghadapi Swiss.

 "Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan -- lebih baik dalam segala hal -- tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan," kata Hassan setelah pertandingan.

"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan."

Baca Juga: Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Ketetapan Harga Disbun Riau, Ini Daftarnya

Pernyataan tersebut mengungkapkan frustrasi di antara para pemain, staf, dan pendukung Mesir.

"Setiap pemain yang mengenakan seragam Mesir, dan setiap pendukung yang berdiri di belakang tim, berhak mendapatkan keadilan, rasa hormat, dan penerapan hukum permainan yang sama," ujarnya.***

Editor : Edwar Yaman
#Asosiasi Sepakbola Mesir #piala dunia #argentina