Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lolos dalam Laga Paling Membosankan

Tim Redaksi • Kamis, 9 Juli 2026 | 11:38 WIB
Pemain Swiss merayakan keberhasilan Ruben Vargas mencetak gol penalti kelima sekaligus penentu kemenangan dalam adu penalti pada pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026).
Pemain Swiss merayakan keberhasilan Ruben Vargas mencetak gol penalti kelima sekaligus penentu kemenangan dalam adu penalti pada pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia FIFA 2026 di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026).

 VANCOUVER (RIAUPOS.CO) - Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia via adu penalti 4-3 kemarin (8/7). Meski berakhir cukup ketat, duel di BC Place, Vancouver, itu dianggap sebagai salah satu laga paling membosankan sepanjang Piala Dunia 2026.

Penilaian itu bukan tanpa alasan. Swiss baru melepaskan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-32. Sementara Kolombia juga kesulitan membongkar pertahanan rapat Nati -julukan Swiss-sehingga pertandingan berlangsung monoton.

Data ESPN mencatat, pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling minim peluang dalam sejarah Piala Dunia. Total expected goals (xG) kedua tim selama 90 menit hanya mencapai 0,7. Itu merupakan ang­ka terendah di Piala Dunia 2026 dan terendah ketiga dalam sejarah sejak pendataan dilakukan pada 1966.

“Kami membutuhkan perjuangan yang luar biasa, juga kecerdikan dan kesabaran. Akhirnya kami berhasil mematahkan kutukan adu penalti. Saya sangat bahagia untuk para pemain, staf, dan semua pendukung kami,” ungkap pelatih Swiss Murat Yakin kepada SRF.

Baca Juga: Didier Deschamps Tak Khawatir dengan Wasit Argentina dalam Pertandingan Piala Dunia Prancis vs Maroko

Kapten Swiss Granit Xhaka menambahkan, kemenangan timnya lahir karena mentalitas tim dan bukan dari permainan yang indah. “Kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Kekuatan tekad yang membawa kami menang. Kami akhirnya menciptakan sejarah,” tutur Xhaka.

Kemenangan tersebut mengantarkan Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama sejak menjadi tuan rumah pada 1954. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat. Nati akan menghadapi juara bertahan Argentina pada Ahad (12/7) di Arrowhead Stadium, Kansas City.(ka/dns/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#piala dunia 2026 #kolombia #swiss