PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jayden Octave Tiolando asal PB Fantasi Kabupaten Siak berhasil meraih super tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Andalan Pekanbaru, Ahad (12/7/2026).
Jayden saat itu bertanding pada Kelompok Usia (KU) 11 Putra dan berhak untuk mengikuti karantina selama satu bulan di PB Djarum, Kudus, Jawa Tengah.
“Secara umum pertandingannya lumayan menantang dan para lawan tangguh-tangguh. Dengan perjuangan panjang saya bisa berhasil menjadi pemenang, senang dan terharu rasanya,” ujarnya.
Baca Juga: Hindari Padukan Mentimun Bersamaan dengan 5 Makanan Ini, Dampaknya Dapat Mengganggu Pencernaan
Yulius, orang tua Jayden mengaku bangga dan bahagia putranya berhasil meraih super tiket. Dia menyebut kemenangan ini adalah bukti nyata dari konsistensi latihan dan dukungan penuh keluarga.
“Selaku orang tua saya bangga, bahagia. Sebab ini kali pertama Jayden ikut audisi dan berhasil lolos,” ujar Yulius.
Persiapan Jayden menuju audisi berlangsung sangat disiplin, dengan latihan reguler lima hari sepekan di PB Fantasi Siak. Di luar itu, ia menambah sesi privat dua jam untuk mengasah teknik pukulan dan kelincahan.
Baca Juga: Sempat Sepi, Polres Inhu Ringkus Enam Tersangka Narkotika di Tiga Lokasi Berbeda Kurang dari 24 Jam
Yulius mengisahkan bahwa putranya mulai mengenal bulu tangkis saat melihat pertandingan di salah satu GOR dan berlatih memukul cock dengan tali di rumah. Sederet gelar juara turnamen lokal dan antarprovinsi telah ia kumpulkan sebelum akhirnya menaklukkan panggung Audisi Umum PB Djarum.
Di sektor putri, salah satunya ada Chelsea Amanda yang keluar sebagai juara KU 11 Putri. Atlet asal Deli Serdang ini mengaku melewati pertarungan sengit terutama di babak semifinal.
“Saya senang akhirnya bisa muncul sebagai pemenang. Kesulitannya di saat semifinal karena memang lawannya tangguh, lalu di final juga ada banyak tantangan tersendiri,” ujar Chelsea.
Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Disdik Pekanbaru Ajak Orang Tua Antar Anak
Chelsea menegaskan bahwa kecintaannya pada bulutangkis murni muncul dari keinginan pribadi, bukan paksaan orang tua. Dukungan penuh keluarga mengalir sejak ia pertama kali masuk les bulu tangkis.
“Terjun ke dunia bulutangkis memang atas dasar keinginan saya. Orang tua mendukung penuh sehingga sejak awal saya sudah tertarik dan serius berlatih,” sebutnya.
Menurut Ketua Tim Pencari Bakat Sigit Budiarto, proses seleksi tahun ini menghadirkan dinamika kompetitif yang luar biasa sepanjang gelaran. Pihaknya mengapresiasi semangat juang tinggi yang ditunjukkan seluruh peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Baca Juga: Bupati Asmar Targetkan Penyelesaian Temuan BPK Jadi Penentu Hasil Evaluasi
“Saya melihat hasilnya cukup baik sekali. Walaupun dalam prosesnya selama lima hari ini ada banyak sekali dinamika di lapangan, namun semua itu bisa diatasi,” ujar Sigit. (sol)
Editor : M. Erizal