Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Layak Dipanggil “Unc” 

Tim Redaksi • Senin, 13 Juli 2026 | 10:16 WIB
Gelandang Inggris  Jude Bellingham melakukan selebrasi usai mencetak gol penyeimbang dalam pertandingan perempat final  sepakbola Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di Stadion Miami, Miami Gardens, Ahad (12/7/2026).  (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)
Gelandang Inggris Jude Bellingham melakukan selebrasi usai mencetak gol penyeimbang dalam pertandingan perempat final sepakbola Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di Stadion Miami, Miami Gardens, Ahad (12/7/2026). (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

 


Miami Gardens (RIAUPOS.CO) - “Hey Jude…” menggema di Hard Rock Stadium, Ahad (12/7). Lebih dari 30 ribu pendukung Inggris menyanyikan lagu legendaris The Beatles tersebut ketika pertandingan memasuki menit ke-106. Bukan tanpa alasan. Beberapa detik sebe­lumnya, Jude Bellingham kembali menjadi penyelamat bagi The Three Lions -julukan Inggris.

Dua gol gelandang Real Madrid itu pada menit ke-45+2 dan 93 membawa Inggris membalikkan keadaan dan mengalahkan Norwegia 2-1. Sekaligus, mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 untuk keempat kalinya setelah 1966, 1990 dan 2018. 

Torehan brace tersebut juga me­ngukir sejarah. Bellingham menjadi pemain pertama sejak Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 yang mencatat dua brace secara beruntun di fase gugur. Di usia 23 tahun 12 hari, dia juga menjadi pemain termuda kedua yang menorehkan catatan tersebut setelah Pele pada usia 17 tahun 249 hari di Piala Dunia 1958.

Baca Juga: Tango Sudah Terbiasa ‘’Menderita’’

Mulai Dipanggil “Unc”

Meski baru berusia 23 tahun, Bellingham sudah diperlakukan layaknya pemain senior di skuad Inggris. Seperti dilaporkan The Athletic, julukan “Unc” alias uncle (paman) diberikan oleh dua rekan setimnya, Morgan Rogers dan Jordan Henderson.  Dalam bahasa slang, Unc bisa digunakan untuk menyebut sosok lebih tua, tapi masih dihormati dan jadi panutan.

Bagi Bellingham, julukan itu muncul bukan tanpa sebab. Dia dinilai jauh lebih dewasa. Seusai menyingkirkan Meksiko misalnya. Dia menghampiri wonderkid Gilberto Mora untuk bertukar jersey dan memberikan semangat. Di lain kesempatan, dia juga menyempatkan diri berbicara dalam bahasa Spanyol kepada seorang jurnalis disabilitas Venezuela.

Sikap itu berbeda dibanding saat Euro 2024. Ketika itu Bellingham dianggap terlalu emosional dan tertutup. Kini, dia justru lebih sering menonjolkan kerja keras tim ketimbang membahas dirinya sendiri. “Sulit di luar sana. Ini pertandingan yang berat. Semua pemain sedang bekerja keras. Jadi pikiran dan apresiasi saya ditujukan kepada para pemain yang tampil baik di luar sana,” kata Bellingham dikutip dari Reuters seusai meraih Man of The Match laga kemarin.

Baca Juga: Raih Super Tiket, 15 Pebulutangkis Muda Melaju ke Kudus

Beda Pendapat dengan Tuchel

Kedewasaan Bellingham juga terlihat dari caranya menyampaikan pandangan. Termasuk ketika berbeda pendapat dengan pelatih Thomas Tuchel. Meski lolos ke semifinal, Tuchel tetap mengkritik penampilan timnya. 

“Hasilnya fantastis karena kami berada di empat besar. Tetapi saya tidak senang dengan performa kami. Kami terlalu ceroboh, terlalu banyak melakukan kesalahan teknis, tidak cukup cepat, dan kami beruntung hari ini,” ujar Tuchel.

Bellingham tidak sepenuhnya sepakat. “Ya... terserah. Terserah,” jawab Bellingham merespons kritik Tuchel. “Mungkin dia tidak tahu seperti apa rasanya bermain dalam kondisi seper­ti itu menghadapi Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth. Itu bukan tim yang mudah dilawan,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan Inggris tidak hanya diukur dari kualitas permainan. “Anda tidak akan memenangkan setiap pertandingan dengan mengalirkan bola dan membuat seribu operan. Kadang-kadang Anda harus menang dengan cara yang kotor (win dirty), dan kami melakukannya lagi malam ini.”(ka/bas/gem)

Laporan JPG, Miami Gardens

 

Editor : Arif Oktafian
#Inggris #piala dunia 2026 #Jude Bellingham