(RIAUPOS.CO) - Kapten Harry Kane menepis anggapan adanya perpecahan di skuad Inggris. Dia justru menegaskan bahwa ada kebersamaan yang lengkap di skuad Three Lions menjelang semifinal Piala Dunia melawan Argentina, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Inggris memastikan tempat mereka di empat besar dengan meraih kemenangan 2-1 di perpanjangan waktu atas Norwegia di tengah cuaca panas ekstrem Miami. Jude Bellingham yang jadi bintang pada laga itu membalas penilaian Thomas Tuchel setelah pertandingan bahwa mereka tidak bermain bagus.
Ya, bintang Real Madrid itu mencetak dua gol untuk membawa timnya lolos dan tampaknya mempertanyakan Tuchel dengan mengatakan, "Dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu."
Baca Juga: Sukses di Pekanbaru, Audisi Umum PB Djarum 2026 Lanjut di Makassar
Namun Kane menepis anggapan adanya keretakan di dalam tim dan mengatakan kepada BBC Sport: "Ketika Anda memainkan pertandingan seperti itu dan ditanyai pertanyaan lima menit setelah peluit akhir, dan dia sebenarnya tidak tahu apa yang dikatakan manajer, apa yang Anda ingin Jude katakan?
"Kami baru saja melewati pertempuran. Pertandingan benar-benar sulit di luar sana. Sangat mudah untuk mencoba menciptakan perpecahan ini -- sepertinya itu mentalitas Inggris, hal yang biasa dilakukan orang Inggris di turnamen besar ini.”
"Tetapi justru sebaliknya. Tim berada di posisi ini karena kebersamaan kami -- bukan hanya para pemain, pelatih, dan staf. Terkadang hal-hal kecil dibesar-besarkan."
Kane mengakui bahwa gaya bicara Tuchel yang lugas adalah yang membuatnya menjadi pelatih elite, tetapi menegaskan bahwa pelatih asal Jerman itu telah bersikap positif terhadap skuad.
"Kami memahaminya. Para pemain di lapangan lebih tahu daripada siapa pun kapan Anda bermain bagus, kapan Anda tidak bermain bagus, itu adalah bagian tak terpisahkan dari sepakbola," tambahnya.
"Kami memahami maksud sang pelatih, sang pelatih sangat memuji tim. Dia mengatakan mentalitas tim, yang terkadang merupakan bagian tersulit, telah berada pada level tertinggi, dan kami telah berada di level itu untuk beberapa waktu sekarang," lanjut penyerang Bayern Munchen itu.
"Dia sangat terbuka dan orang-orang menghargai itu. Saat dia berbicara, itu tidak pernah direncanakan. Itulah yang membuatnya menjadi dirinya sendiri. Ketika itu datang secara alami, Anda percaya padanya, Anda percaya pada apa yang dia katakan, Anda percaya pada pendekatannya.”
Baca Juga: Spanyol Singkirkan Prancis untuk Kali Ketiga, Melaju Lagi ke Final Piala Dunia setelah 16 Tahun
"Dia adalah salah satu manajer terbaik di dunia karena suatu alasan. Kami memahaminya. Selama dua tahun terakhir kami telah mengenalnya dan mengetahui apa yang membuatnya bahagia."***
Editor : Edwar YamanSumber : espn.com