ARLINGTON (RIAUPOS.CO) - Lucas Digne dianggap sebagai titik lemah Prancis dalam kekalahan 0-2 oleh Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7). Satu kesalahan dari bek kiri berusia 33 tahun itu pada menit ke-20 memberi gol pembuka Spanyol dalam laga di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat.
Digne gagal mengontrol bola dengan sundulan saat mengantisipasi bola silang bek kiri Spanyol Marc Cucurella. Ketika bola masih berada di udara, dia terlambat menyadari pergerakan wide attacker Spanyol Lamine Yamal yang datang dari belakang. Bukan hanya gagal menghalau bola, sepakan Digne malah mengenai tubuh Yamal yang kemudian terjatuh di kotak penalti.
Meski tampak tidak disengaja, Digne secara jelas menjatuhkan Yamal dan wasit Ivan Barton asal El Salvador langsung menunjuk titik putih. Mantan wasit internasional Prancis, Said Ennjimi, menilai Barton sudah mengambil keputusan tepat. “Lamine Yamal memutar tubuhnya karena takut bola mengenai wajahnya. Posisi lengannya alami dan menempel di badan,” kata Ennjimi kepada L’Equipe.
Baca Juga: Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia, Lamine Yamal Beri Warning: New York, Kami Akan Datang Untukmu!
Dapat Nilai Terendah
Penalti kemudian berhasil dieksekusi oleh false nine Mikel Oyarzabal. Selepas gol itu, Digne beberapa kali kehilangan bola pada awal babak kedua, tetap kesulitan membendung Yamal, sebelum akhirnya digantikan Theo Hernandez pada menit ke-73.
Tidak heran, L’Equipe memberi nilai 2 kepada Digne, terendah di skuad Prancis bersama gelandang serang Michael Olise dan wide attacker Ousmane Dembele.
Serangan Mandek
Namun, Digne bukan satu-satunya penyebab kekalahan Les Bleus -julukan Prancis. Lini depan Les Bleus yang sebelumnya disebut sebagai salah satu yang paling berbahaya di dunia, justru tampil melempem. Data Opta menunjukkan bahwa Prancis hanya mencatat 0,3 expected goals (xG), angka terendah mereka di Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Baca Juga: Lionel Messi: Kemenangan atas Inggris Paling Berarti bagi Penggemar Kami
Kuartet Kylian Mbappe, Dembele, Olise, dan Bradley Barcola gagal memberi ancaman berarti. Mbappe hanya sekali berhasil melewati lawan dari enam percobaan dribel. Dembele kehilangan bola 17 kali sepanjang pertandingan dan Olise tidak melepaskan satu pun tembakan.
Gelandang serang Prancis Rayan Cherki mengakui timnya memang kalah di semua aspek. “Kami kalah secara teknis, kalah secara taktik. Kami tidak bermain seperti biasanya. Kami kalah karena diri kami sendiri,” kata Cherki yang kemarin baru main 18 menit terakhir kepada beIN Sports.
Rekor Deschamps
Di tengah kekalahan tersebut, entraineur Prancis Didier Deschamps tetap mencatat rekor pribadi. Dia telah menjalani 26 laga, melewati rekor milik Helmut Schon (Jerman Barat) sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, Deschamps juga dipastikan mengakhiri 14 tahun masa jabatannya sebagai pelatih Prancis dan gagal menyamai capaian sebagai kapten Les Bleus saat juara Piala Dunia 1998.
Meski kecewa, Deschamps menegaskan bahwa Prancis tetap akan memburu kemenangan pada laga petite finale atau perebutan tempat ketiga, Ahad (19/7) pagi. “Saya akan mempersiapkan pertandingan itu bersama para pemain. Tujuan kami tetap sama, melakukan segala yang kami bisa untuk meraih kemenangan,” kata Didi –sapaan akrab Deschamps– seperti dikutip dari RMC Sport.(ka/dns/gem)
Laporan JPG, Arlington
Editor : Arif Oktafian