Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tradisi Final Spanyol Terjaga

Tim Redaksi • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:49 WIB
Penyerang Spanyol Lamine Yamal menekel penyerang Prancis Kylian Mbappe dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026). Laga ini dimenangkan Spanyol dengan skor 2-0. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)
Penyerang Spanyol Lamine Yamal menekel penyerang Prancis Kylian Mbappe dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026). Laga ini dimenangkan Spanyol dengan skor 2-0. (CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

 

ARLINGTON (RIAUPOS.CO) - Luis de la Fuente menegaskan namanya sebagai pelatih spesialis final. Rabu (15/7), De la Fuente membawa Spanyol ke final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Prancis lewat kemenangan dua gol tanpa balas di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat. 

Penalti false nine Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 yang digandakan bek kanan Pedro Porro di menit ke-58 memastikan Spanyol era De la Fuente mencapai final empat ajang secara beruntun.Dimulai dengan final UEFA Nations League 2023, berlanjut final Euro 2024, lalu final Nations League 2025, dan Piala Dunia 2026. 

Sepanjang karier, De la Fuente telah mencapai sembilan final, tepatnya sejak final Euro U-19 pada 2015. ”Aku tidak percaya gagasan bahwa mencapai final adalah untuk menang. Final itu untuk dinikmati. Itulah yang aku perjuangkan,” ucap De la Fuente atas pencapaiannya seperti dilansir dari Mundo Deportivo.

Baca Juga: Thomas Tuchel Janji Tetap Menjadi Pelatih Inggris, Bela Taktiknya saat Kalah Lawan Argentina

Anak Asuh dari U-19

Pendekatan De la Fuente kepada pemain jadi nilai plus Spanyol. Beberapa pemain di skuad La Roja, sebutan Spanyol  saat ini merupakan anak asuhnya saat memenangi Euro U-19 sebelas tahun silam. Dari kiper Unai Simon, kapten sekaligus gelandang jangkar Rodri, dan gelandang rasa striker Mikel Merino.  ”Ruang ganti kami terdiri dari para pemain dengan ikatan yang sulit terputus,” ucap pelatih berusia 65 tahun tersebut. 

Pertahanan Solid

Sebelum kick-off Piala Dunia 2026, pertahanan Spanyol dicibir di negeri sendiri. Namun, Rodri dkk membuktikan bahwa pada Piala Dunia kali ini, pertahanan punya andil atas kesuksesan Spanyol melaju sampai final. Sejak fase grup, gawang Simon hanya sekali kebobolan. Yaitu melawan Belgia di perempatfinal.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya empat tim yang lolos ke final dengan sekali kebobolan. Selain Spanyol tahun ini, ada Belanda pada edisi 1974, Brazil (2002) dan Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. Bek tengah Spanyol Pau Cubarsi yang sempat dicibir tampil moncer lawan Prancis kemarin. 

Baca Juga: Blunder Awal Keruntuhan Prancis

Bek berusia 19 tahun asal FC Barcelona itu sukses meredam kapten sekaligus striker Prancis Kylian Mbappe. Sama seperti yang dilakukan Cubarsi dalam El Clasico (Mbappe membela Real Madrid). ”Ini hasil kerja keras yang luar biasa dari tim dalam beberapa bulan terakhir, bukan hanya 1-2 pemain,” ucap Cubarsi kepada Diario AS. 

Bukti Rodri Layak Ballon d’Or

Rodri dianggap tidak layak memenangi gelar Ballon d’Or 2024. Dia memenanginya setelah menjadi bagian skuad Spanyol saat juara Euro 2024 dan juara Premier League 2023–2024 bersama Manchester City. 

Seiring memimpin Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026, Rodri menjadikannya sebagai momentum pembuktikan diri layak meraih Ballon d’Or. ”Selanjutnya, aku ingin fokus dengan laga final (Piala Dunia). Laga yang paling menantang bagiku setelah final Euro,” tutur Rodri kepada Marca.(ren/dns/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
piala dunia 2026 prancis spanyol