(RIAUPOS.CO) – Kebintangan dan kehebatan Lionel Messi tidak habis-habisnya, kendati usianya mendekati kepala empat. Sang megabintang tetap menjadi aktor penting Argentina hingga kembali lolos ke final Piala Dunia 2026. Pujian untuk Messi pun datang dari atlet kelas dunia. Salah satunya dari bintang NBA asal Yunani, Giannis Antetokounmpo.
Giannis mengaku menjadikan kapten Albiceleste itu sebagai inspirasi dalam menjaga performa dan profesionalisme sebagai atlet. Pernyataan itu disampaikan Giannis Antetokounmpo saat konferensi pers perdananya sebagai pemain Miami Heat pada Kamis (16/7/2026) lalu.
Kepindahan mantan MVP NBA itu ke Miami membuat kota tersebut kini memiliki dua ikon olahraga dunia. Yakni Giannis Antetokounmpo di NBA dan Messi bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Baca Juga: Kylian Mbappe Siap di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia, Sepatu Emas sebagai Targetnya
Giannis menyaksikan langsung laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Inggris. Seperti diketahui pertandingan itu berakhir dengan kemenangan juara bertahan yang memastikan langkah mereka kembali ke partai final.
Messi tampil sebagai salah satu pemain kunci dalam laga tersebut. Meski tidak mencetak gol, pemain berusia 39 tahun itu sukses menciptakan dua assist yang membantu Albiceleste mengamankan kemenangan penting.
Bagi Giannis, penampilan Messi bukan hanya soal kemampuan mengolah bola. Dia melihat sosok yang mampu memimpin tim dan mendapatkan rasa hormat dari seluruh rekan setimnya melalui kerja keras selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Polsek Senapelan Amankan Ayah dan Anak Terkait Kasus Penganiayaan
"Melihat pertandingan itu, Anda benar-benar menyaksikan sosok hebat. Messi mungkin akan dikenang sebagai salah satu atlet terbaik sepanjang masa," ujar Giannis.
Pebasket berusia 31 tahun itu mengaku mendapatkan motivasi baru setelah melihat bagaimana Messi tetap tampil luar biasa di level tertinggi meski usianya tidak lagi muda. Konsistensi yang ditunjukkan Messi menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga disiplin dalam menjaga kondisi tubuh dan komitmen terhadap tim.
Giannis bahkan menyoroti satu momen yang menurutnya sangat menggambarkan besarnya pengaruh Messi di lapangan. Saat Messi dijatuhkan lawan usai melewati beberapa pemain, seluruh rekan setimnya langsung berlari menghampiri untuk membantunya berdiri.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan Sampaikan Permintaan Maaf ke Masyarakat
Momen sederhana itu dinilai Giannis memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar gestur solidaritas.
"Rasa hormat seperti itu harus diperoleh. Itu tidak datang dengan sendirinya. Itulah cetak birunya," kata Giannis.
Menurut dia, penghormatan yang diterima Messi merupakan hasil dari dedikasi panjang, sikap profesional, serta kontribusinya selama bertahun-tahun bersama tim nasional maupun di level klub. Selain Messi, Giannis juga menyebut dua nama lain yang menjadi panutannya, yakni LeBron James dan Cristiano Ronaldo.
Ketiganya dinilai memiliki kesamaan dalam menjaga performa fisik sehingga tetap mampu bersaing di level tertinggi meski usia terus bertambah. LeBron masih tampil kompetitif di NBA pada usia 41 tahun, sementara Cristiano Ronaldo tetap menjadi andalan di level internasional.
Di sisi lain, Messi juga masih menjadi motor permainan Argentina dan membawa negaranya kembali melaju ke final Piala Dunia. Giannis menyadari bahwa dirinya kini berada di usia emas sebagai atlet. Namun dia juga memahami bahwa performa fisik akan terus berubah seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Pisah Sambut Kapolres Inhil, Bupati Herman Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Karena itu, dia ingin mencontoh kebiasaan para atlet elite tersebut, mulai dari menjaga kebugaran, menjalani pola hidup disiplin, hingga mempertahankan mental juara. Kemampuan teknis memang penting, tetapi karakter, etos kerja, dan rasa hormat dari rekan setim menjadi fondasi utama untuk membangun karier yang panjang dan sukses.
Kini, dengan memulai babak baru bersama Miami Heat, Giannis berharap dapat menerapkan nilai-nilai yang dipelajarinya dari para legenda olahraga tersebut. Dia percaya, menjaga konsistensi dan profesionalisme merupakan kunci agar tetap mampu bersaing di level tertinggi selama bertahun-tahun, seperti yang terus ditunjukkan Lionel Messi.***
Editor : Edwar YamanSumber : jawapos.com