MIAMI GARDENS (RIAUPOS.CO) - Inggris menutup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 6-4 atas Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Ahad (19/7). Hasil itu mengantarkan The Three Lions, julukan Inggris meraih medali perunggu sekaligus pencapaian terbaik mereka sejak juara pada 1966 di kandang sendiri atau selama enam dekade.
Sejak dikapteni Harry Kane, Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan perempat final Piala Dunia 2022. Sementara di ajang mayor lainnya, Euro, The Three Lions malah dua kali melaju ke final, tetapi selalu berujung runner-up (edisi 2020 dan 2024).
”Skuad saat ini adalah kelompok pemain terbaik yang dimiliki Inggris dalam waktu yang sangat lama. Itu adalah fakta,” kata Declan Rice, gelandang Inggris yang membuka kemenangan atas Prancis, seperti dilansir dari BBC Sport. ”Kami hanya tidak beruntung (gagal juara dalam beberapa turnamen mayor terakhir, red),” tambah bintang Arsenal tersebut.
Tidak Lagi Pasif
Tactician Inggris Thomas Tuchel sempat menjadi sasaran kritik usai kalah 1-2 oleh Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 (16/7). Alasannya karena Harry Kane dkk tampil terlalu pasif setelah unggul 1-0. Tuchel seolah merespons kritik tersebut dengan pembuktian di lapangan kemarin.
The Three Lions tampil agresif. Bahkan, bisa memimpin 4-0 saat turun minum. ”Satu-satunya hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memberikan respons di lapangan dan meraih kemenangan pada laga berikutnya. Kalau hanya sekadar omongan, itu tidak memberi Anda poin atau kemenangan,” ungkap Tuchel dikutip dari Reuters.
Sementara asisten pelatih Inggris Anthony Barry menyebutkan bahwa para pemain sebenarnya masih merasakan luka akibat kegagalan di semifinal. “Saya melihat 11 pemain di lapangan dengan hati yang hancur. Namun, mereka mampu membangun performa seperti itu karena kebanggaan bermain untuk timnas Inggris,” tutur Barry dikutip dari BBC Sport.
Lewati Rekor Lineker
Kemenangan 6-4 Inggris atas Prancis ditutup oleh gol Jude Bellingham (90+8’). Gelandang Real Madrid itu pun menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia. Dia melampaui catatan enam gol Gary Lineker pada Piala Dunia 1986 maupun Kane pada edisi 2018 dan 2026.
Bellingham juga dipuji karena memberikan penalti kepada wide attacker Bukayo Saka pada menit ke-87 sehingga pemain Arsenal itu bisa menorehkan hat-trick. Bellingham diklaim sebagai eksekutor penalti Inggris setelah Kane. Kemarin, Kane sama sekali tidak dimainkan.
”Jude tidak mau mengambilnya. Dia malah berteriak kepadaku, kalau aku tidak mengambilnya, aku mungkin tidak akan punya kesempatan mencetak hat-trick di Piala Dunia,” kata Saka dilansir dari ESPN.(ka/dns/jpg)
Editor : Arif Oktafian