Akhir Pahit Deschamps

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:26 WIB
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps saat berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Inggris di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026). (CHANDAN KHANNA/AFP)
Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps saat berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Inggris di Stadion Miami, Ahad (19/7/2026). (CHANDAN KHANNA/AFP)

 

MIAMI GARDEN (RIAUPOS.CO) - Didier Deschamps menutup 14 tahun kepe­mimpinannya bersama timnas Prancis dengan hasil negatif. Les Bleus -julukan Prancis- takluk 4-6 dari Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Ahad (19/7).

Akhir pahit itu bahkan sudah terasa sejak awal babak pertama. Tepatnya ketika Declan Rice membuka keunggulan Inggris saat laga baru berjalan tiga menit. Prancis kemudian tak mampu bangkit dan justru tertinggal 0-4 saat turun minum.

Hasil di babak pertama itu menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Les Bleus. Untuk pertama kalinya sejak 1968, Prancis tertinggal empat gol saat jeda. Mereka juga kebobolan enam gol untuk pertama kalinya sejak takluk 2-6 dari Swiss dalam laga uji coba pada 1960. 

Baca Juga: Capaian Terbaik selama Enam Dekade

Bangkit Setelah Jeda

Meski tertinggal empat gol, Deschamps sebenarnya tidak menyerah. Dia sempat memberikan speech yang membangkitkan semangat tim. “Pelatih memberikan pidato yang luar biasa saat jeda. Dia terutama berbicara tentang harga diri dan kewajiban memberikan segalanya demi seragam timnas Prancis,” ujar gelandang Aurelien Tchouameni dikutip dari L’Equipe.

Selain itu, Deschamps juga melakukan empat pergantian pemain sekaligus, termasuk menarik Rayan Cherki yang kabarnya sempat mengabaikan instruksinya di babak pertama. Perubahan pun langsung terlihat. Prancis bangkit lewat dua gol Kylian Mbappé dan satu gol Bradley Barcola. Namun, kebangkitan tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Les Bleus dari kekalahan.

Baca Juga: Gol Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Piala Dunia FIFA 2026, Sengit hingga Tambahan Waktu, Pemain Argentina sampai Diganjar Kartu Merah

Deschamps berusaha melihat sisi positif dari kekalahan itu. “Setidaknya permainan kami mulai terlihat seperti tim yang sebenarnya. Tidak semuanya harus dibuang. Tim ini memiliki banyak pemain muda berbakat dan kualitas untuk meraih hasil-hasil besar,” ucapnya optimistis.

Emosional di Ruang Ganti

Setelah laga usai, perhatian para pemain tidak lagi tertuju pada skor. Mereka tetap memberikan penghormatan kepada Deschamps yang menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Les Bleus. “Pertandingan ini tidak akan menghapus status Didier Deschamps sebagai legenda,” tegas Mbappe dikutip dari L’Equipe. 

Baca Juga: Gol Tunggal Ferran Torres di Tambahan Waktu Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Lionel Messi Sedih Hingga Menangis 

Gelandang Aurelien Tchouameni pun kecewa karena tidak bisa memberikan kado perpisahan untuk Deschamps. “Kami benar-benar ingin memenangkan pertandingan ini, terutama untuk pelatih. Sayangnya, itu tidak berjalan sesuai harapan,” ucap Tchouameni.

Bek Jules Kounde mengatakan jika Deschamps sangat emosional saat menyampaikan pidato terakhirnya di ruang ganti. “Dia mengucapkan terima kasih atas tahun-tahun yang kami lalui bersama, untuk turnamen ini, dan atas semua yang telah kami berikan,” tuturnya.

Era Baru Zidane?

Deschamps mengakhiri masa jabatannya sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah Les Bleus. Selama 14 tahun memimpin Prancis, dia membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis pada 2022, dan menembus empat besar pada edisi 2026.

Menurut laporan L’Equipe, posisi entraineur Prancis selanjutnya akan diisi oleh Zinedine Zidane. Legenda Real Madrid itu kabarnya akan resmi menjadi pelatih Les Bleus mulai 1 September.(ka/bas/gem)

Laporan JPG, Miami Gardens

 

Editor : Arif Oktafian
didier deschamps les bleus prancis