EASTRUTHERFORD (RIAUPOS.CO) - Lionel Messi tidak pernah sekalipun gagal mencetak gol atau umpan gol sejak fase grup hingga delapan besar Piala Dunia 2026. Statistik kapten Argentina itu akhirnya terhenti justru dalam laga paling menentukan, final lawan Spanyol di MetLife Stadium, East Rutherford, AS, Senin (20/7).
Sebelum takluk 0-1 oleh Spanyol, Messi berkali-kali menjadi aktor utama dalam sejumlah comeback dramatis Argentina. Salah satunya saat pemilik julukan La Pulga alias Si Kutu itu membuat dua umpan gol dalam sepuluh menit terakhir ketika mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal (16/7).
Namun, momen ajaib itu tidak muncul dalam laga puncak. Argentina malah mencatat sejarah negatif sebagai tim pertama yang tidak melepaskan satu pun tembakan selama waktu normal (2 x 45 menit) final Piala Dunia. La Albiceleste –julukan Argentina– baru membuat tembakan mengarah ke gawang pada menit ke-116 (babak perpanjangan waktu).
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menyebut, salah satu kunci sukses timnya di final adalah membatasi pergerakan Messi. “Ide pertama kami adalah menjaga Messi tetap terkendali,” kata De la Fuente dikutip dari ESPN.
Rencana itu berjalan sempurna. Messi hanya menyentuh bola sebanyak 15 kali di babak pertama. Jumlah tersebut merupakan catatan terendah baginya dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Sepanjang pertandingan, peraih delapan gelar Ballon d’Or itu mencatat 54 sentuhan. Akibat Messi dilimitasi, Argentina kesulitan menciptakan peluang. Spanyol mendominasi dengan 20 tembakan berbanding dua dari Argentina.
Setelah peluit akhir berbunyi, Messi hanya bisa terdiam di lapangan. Dia sempat duduk sambil melepas sepatu Adidas edisi khusus bernama “Last Tango”, seolah menjadi simbol bahwa perjalanan panjangnya di Piala Dunia telah usai. Emosi La Pulga kembali pecah ketika dia melihat dukungan ribuan suporter Argentina sesaat setelah menerima medali perak. Di hadapan suporter La Albiceleste yang ada di MetLife Stadium, Messi tampak menitikkan air mata.
Baca Juga: Panggung Juara El Hermano
Maklum, menginjak usia 39 tahun, setiap laga bisa menjadi akhir dari perjalanan Messi bersama Argentina. Masa depan La Pulga bersama Albiceleste pun masih menjadi tanda tanya. “Dia sekarang berusia 39 tahun. Dia akan bermain sampai dia memutuskan tidak bermain lagi,” kata pelatih Argentina Lionel Scaloni dikutip dari Reuters.
Terlepas kegagalan di final Piala Dunia 2026, Scaloni berharap publik tetap menghargai pencapaiannya. “Saya berharap semua orang merasa bangga terhadapnya, atas apa yang telah dia capai, karena dia adalah pemain sepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan,” bebernya.(ka/dns/gem)
Laporan JPG, East Rutherford
Editor : Arif Oktafian