FIGC Siap Langgar Aturan Batas Gaji demi Pep Guardiola Bisa Melatih Timnas Italia

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:21 WIB
Pep Guardiola diincar FIGC sebagai pelatih timnas Italia. (Instagram @pepteam)
Pep Guardiola diincar FIGC sebagai pelatih timnas Italia. (Instagram @pepteam)

 

(RIAUPOS.CO)  - Selepas Piala Dunia, mantan pelatih Manchester City Pep Guardiola kembali menjadi sorotan di bursa pelatih. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan masuk dalam daftar kandidat kuat pelatih baru Timnas Italia setelah Federasi Sepakb ola Italia (FIGC) mengonfirmasi telah menjalin komunikasi.

Presiden FIGC Giovanni Malago membenarkan bahwa nama Pep Guardiola sedang dipertimbangkan untuk mengisi kursi pelatih Gli Azzurri yang kini kosong. Bahkan, federasi disebut siap membuat pengecualian dalam struktur gaji demi meningkatkan peluang merekrut pelatih asal Spanyol itu untuk melatih Timnas Italia.

Langkah itu menjadi sinyal keseriusan FIGC untuk mendapatkan sosok berpengalaman yang mampu mengangkat kembali performa Timnas Italia. Meski begitu, Malago mengakui proses negosiasi dengan Pep Guardiola tidak akan berjalan mudah.

 Baca Juga: Didesain Lebih Tipis dan Ringan, Berikut Spesifikasi Lengkap Smartphone Lipat Galaxy Z Fold8 Ultra, Z Fold8, dan Z Flip8

Guardiola saat ini masih menikmati masa istirahat setelah mengakhiri kebersamaannya bersama Manchester City pada Mei 2026. Pelatih berusia 55 tahun tersebut memilih mengambil jeda dari dunia kepelatihan usai menghabiskan sepuluh musim penuh bersama The Citizens.

Selama menangani Manchester City, Guardiola dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses di era modern. Dia mempersembahkan 17 trofi mayor dan tiga gelar Community Shield. Di Inggris, ia juga disebut menerima bayaran sekitar 20 juta poundsterling per musim.

Dengan nilai kontrak sebesar itu, FIGC harus melakukan penyesuaian apabila ingin mendatangkan Guardiola ke Italia. Malago pun mengisyaratkan bahwa federasi membuka peluang memberikan perlakuan khusus dari sisi finansial.

Baca Juga: Robert Lewandowski Tidak Melihat Penampilan Terbaik Lamine Yamal di Piala Dunia 

Meski demikian, dia belum bisa memastikan apakah pembicaraan tersebut akan berujung pada kesepakatan. Masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan, termasuk keinginan Guardiola sendiri yang sebelumnya menyatakan ingin beristirahat sejenak dari rutinitas sebagai pelatih.

Italia bukan tempat yang asing bagi Guardiola. Sebelum memulai karier sebagai pelatih, dia sempat merasakan atmosfer Serie A ketika membela Brescia dan AS Roma pada periode 2001 hingga 2003. Pengalaman tersebut membuatnya cukup mengenal kultur sepak bola Italia.

Selain Guardiola, FIGC juga mempertimbangkan beberapa nama lain. Mantan pelatih Timnas Italia Roberto Mancini masuk dalam daftar kandidat, begitu pula legenda Gli Azzurri Andrea Pirlo yang juga memiliki pengalaman sebagai pelatih.

 Baca Juga: Terungkap! Inilah Nasihat Lionel Messi kepada Lamine Yamal setelah Final Piala Dunia, Sama Berharganya dengan Medali Emas

Malago menegaskan bahwa federasi sedang mencari sosok dengan karakter dan pengalaman yang sesuai untuk memimpin tim nasional. Karena itu, Guardiola bukan satu-satunya pilihan meski namanya menjadi kandidat paling menyita perhatian.

Hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Gennaro Gattuso. Namun, apabila Guardiola bersedia mengakhiri masa rehatnya lebih cepat, peluang melihat salah satu pelatih terbaik dunia memimpin Timnas Italia tentu menjadi kabar yang dinantikan banyak pencinta sepakbola.***

 

Editor : Edwar Yaman
Sumber : jawapos.com
Giovanni Malago andrea pirlo timnas italia pep guardiola figc