BOGOR (RIAUPOS.CO) – Piala AFF sudah bergulir selama tiga dekade. Indonesia enam kali menembus final, tetapi belum sekali pun mampu menjadi juara. Karena itu, target mengakhiri puasa gelar kembali diusung skuad Garuda pada Piala AFF 2026.
Edisi ke-16 turnamen dua tahunan tersebut menjadi kesempatan lain bagi Indonesia untuk mematahkan penantian panjang yang telah berlangsung selama 30 tahun.
Jalan menuju target itu dimulai dengan menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A malam ini di Stadion Pakansari, Bogor (siaran langsung RCTI pukul 20.30 WIB). Indonesia percaya diri mampu mengawali turnamen dengan kemenangan.
Baca Juga: Joe Gomez Cedera dalam Kemenangan Pramusim Liverpool atas Sunderland di Amerika Serikat
Optimisme menyambut laga perdana itu bukan tanpa alasan. Di bawah racikan pelatih John Herdman, Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Dalam empat pertandingan internasional pertamanya, Herdman membawa Indonesia meraih tiga kemenangan dan hanya sekali kalah.
Garuda mengalahkan Saint Kitts and Nevis (4-0), Oman (3-0), serta Mozambik (1-0). Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Bulgaria dengan skor tipis 0-1.
Yang lebih menarik, Indonesia hanya kebobolan satu gol dalam empat pertandingan tersebut. Tiga clean sheet menjadi sinyal bahwa organisasi pertahanan dan koordinasi antarlini mulai terbentuk.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Pantau Pemain di Piala Soeratin
Progres itu terus diasah selama hampir tiga pekan pemusatan latihan di Bali menjelang Piala AFF 2026. Herdman tidak hanya membangun pola permainan, tetapi juga memperkuat hubungan antarpemain agar fondasi tim semakin kokoh.
“Mengenai persiapan, semuanya berjalan baik. Para pemain membangun ikatan selama berada di Bali. Semangat tim sangat bagus. Secara taktis kami melihat adanya perkembangan. Tim semakin kompak, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar pelatih asal Inggris itu.
Pada Piala AFF 2026, Herdman tidak memanggil mayoritas pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Hanya Marselino Ferdinan dan Justin Hubner yang masuk dalam skuad.
Selain karena turnamen ini tidak masuk kalender FIFA sehingga klub tidak wajib melepas pemain, Herdman juga ingin menjadikan ajang ini sebagai momentum membangun fondasi tim bersama para pemain yang telah mengikuti pemusatan latihan sejak awal.
Karena itu, fokus utama selama di Bali bukan sekadar menyiapkan strategi menghadapi Kamboja. Mantan pelatih Timnas Kanada itu juga membangun identitas permainan, chemistry, dan budaya baru di dalam tim.
Pendekatan tersebut diamini kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata. Menurut dia, hampir seluruh program latihan di Bali diarahkan untuk membangun koneksi antarpemain serta hubungan yang lebih kuat dengan staf pelatih.
“Dengan hadirnya Coach John, fokus kami selama di Bali adalah membangun koneksi, baik antarpemain, pemain dengan pelatih, maupun seluruh orang di dalam tim. Fondasi itu sangat penting bagi timnas saat ini,” ucap pemain yang belum lama ini dikontrak Persija Jakarta tersebut.
Meski demikian, target utama tidak berubah. Nadeo menegaskan seluruh pemain ingin mengakhiri penantian panjang Indonesia di Piala AFF. “Untuk hasilnya, ya pasti kami ingin juara. Setelah 30 tahun, kami ingin mengangkat trofi. Semoga itu bisa terwujud pada edisi kali ini,” ujarnya.
Kamboja Tumbang pada Laga Perdana
Di kubu lawan, pelatih Kamboja Koji Gyotoku mengakui timnya datang ke Bogor dalam kondisi kurang ideal. Setelah kalah 1-2 dari Singapura pada laga pembuka Grup A (24/7), Kamboja hanya memiliki waktu singkat untuk bertolak ke Indonesia dan mempersiapkan diri menghadapi skuad Garuda.
“Kami tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan melawan Indonesia. Setelah pertandingan melawan Singapura, kami langsung melakukan perjalanan ke sini. Tentu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami akan memberikan segalanya,” ujar Gyotoku.
Pelatih asal Jepang itu juga memilih segera melupakan kekalahan dari Singapura. Menurut dia, hasil negatif pada laga pembuka tidak boleh memengaruhi mental tim saat menghadapi Indonesia.
“Kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan saat melawan Singapura. Sekarang fokus kami sepenuhnya beralih ke pertandingan berikutnya melawan Indonesia,” tegasnya.
Terkait laga melawan Kamboja, Herdman meminta para pemain lebih dulu fokus pada diri sendiri daripada terlalu memikirkan kekuatan lawan.”Hal yang paling penting pada tahap perkembangan kami saat ini adalah diri kami sendiri,’’ ujarnya.
‘’Kami harus percaya pada langkah-langkah yang telah kami ambil. Pertandingan uji coba melawan Bali United menunjukkan kemajuan yang bagus. Besok (hari ini, red) adalah tentang melanjutkan kemajuan itu,” tambahnya.
Meski begitu, mantan pelatih Toronto FC tersebut tidak menganggap enteng Kamboja. Apalagi, lawannya sudah menjalani satu pertandingan sehingga dinilai memiliki ritme yang lebih baik.
“Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan sulit dihadapi. Namun, fokus kami tetap pada identitas taktik, chemistry, koneksi, dan semangat tim,” ujarnya.
Herdman juga masih menunggu perkembangan kondisi Marselino Ferdinan. Gelandang Oxford United itu mengalami benturan saat latihan dan masih menjalani pemantauan tim medis.
“Marselino anak yang tangguh. Kami akan melihat hasil tes kebugarannya. Secara mental dia sangat kuat dan sudah sangat ingin bermain,” ungkap Herdman.(fiq/ali/jpg)
Editor : Arif Oktafian