Penasaran Piala Dunia 

Tim Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:57 WIB
Roberto Mancini memberikan instruksi kepada para pemain saat pertandingan Qatar Stars League antara Al-Sadd dan Al-Shamal di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, beberapa waktu lalu. (Karim JAAFAR/AFP)
Roberto Mancini memberikan instruksi kepada para pemain saat pertandingan Qatar Stars League antara Al-Sadd dan Al-Shamal di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, beberapa waktu lalu. (Karim JAAFAR/AFP)

 

 

ROMA (RIAUPOS.CO) - Tidak ada wajah baru di kursi allenatore timnas Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya memercayakan posisi yang lowong tiga bulan terakhir itu kepada Roberto Mancini. Allenatore yang pernah membesut Gli Azzurri –julukan timnas Italia– periode 2018 hingga 2023. 

Mancio dibebani target mengantarkan Italia lolos ke Piala Dunia 2030. Azzurri sudah absen 
dalam tiga edisi terakhir (2018, 2022, dan 2026) dan salah satunya saat dibesut Mancini (Piala Dunia 2022).

“Mancini datang ke sini (timnas Italia, red) dengan motivasi yang kuat, menghapus kekecewaan dari tiga kegagalan kualifikasi (Piala Dunia). Selain ingin membersihkan citra perpisahannya dengan Italia,” ucap Andrea Mancini, putra Mancio, seperti dilansir dari Sky Sport Italia.  

Baca Juga: Zinedine Zidane Tidak Sabar Hadapi Italia Besutan Mancini di UEFA Nations League

Kegagalan meloloskan Italia ke Qatar empat tahun lalu jadi noda Mancio selama menukangi Italia. Apalagi, setahun sebelumnya, Mancio sukses mempersembahkan gelar juara Euro 2020 (digelar pada 2021 karena pandemi Covid-19). “Sekarang, ayahku kembali ke timnas dengan ambisi ke Piala Dunia,” kata Mancini Jr.  

Gagal Bersama Arab Saudi

Presiden FIGC Giovanni Malago percaya bahwa Mancio akan menandai periode keduanya membesut Italia kali ini dengan capaian lolos ke Piala Dunia. Meski, setelah mengundurkan diri dari timnas Italia, Mancini kemudian menerima tawaran dari Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF). Mancini melatih timnas Arab Saudi dan gagal mencapai Piala Dunia 2026.

“Anda bertanya apakah masa lalunya layak dipertimbangkan? Ya, tentu saja, dan permintaan maaf Roberto (Mancini) sangat penting,” tutur Malago. 

Picu Dua Kubu

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sepakbola Italia terpecah jadi dua kubu soal pelatih Azzurri. Apabila FIGC memilih Mancini, Lega Calcio diklaim menginginkan Antonio Conte. Makanya, begitu Mancini terpilih, klub-klub Serie A terbagi dua kubu.  

Baca Juga: Juara Bertahan SMA Santo Tarcisius Menang Telak 

Ada yang lebih pro pada Mancio dan FIGC, ada juga yang kontra pada pilihan tersebut. Allenatore Como 1907, Cesc Fabregas, secara terbuka mendukung periode kedua Mancini di Azzurri. “Aku selalu menyukai Mancini. Aku mengikutinya sejak di Manchester City. Aku beberapa kali berbicara dengannya. Dia seorang pemenang dan penuntut permainan sepakbola bagus. Aku sangat senang dengan terpilihnya dia,” beber Fabregas kepada La Gazzetta dello Sport. 

Posisi yang Dinanti Ranieri

Bukan hanya Mancini yang diresmikan FIGC kemarin. Pelatih kawakan Claudio Ranieri juga dipercaya FIGC untuk duduk sebagai direktur teknik. Posisi yang baru tiga hari lalu dilepas Paolo Maldini.  

Baca Juga: Bicara tentang Lucas Bergvall, Pelatih Tottenham Roberto De Zerbi: Saya Tidak Ingin Meyakinkan Siapa pun untuk Bertahan

“Jangan pernah mengatakan tidak mungkin ketika Azzurri telah memanggil. Anda hanya perlu mengatakan iya,” kata Ranieri dalam wawancara dengan Sky Sport Italia pada 11 Mei lalu.(ren/dns/gem) 

Laporan JPG, Roma

Editor : Arif Oktafian
azzurri roberto mancini timnas italia