Zinedine Zidane Jadi Pelatih Prancis hingga Piala Dunia 2030 dalam Kontraknya

Redaksi • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 11:09 WIB
Zinedine Zidane saat mendampingi tim Real Madrid dalam sebuah pertandingan.
Zinedine Zidane saat mendampingi tim Real Madrid dalam sebuah pertandingan.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih timnas Prancis setelah meneken kontrak bersama Les Bleus (sebutan timnas Prancis,red) hingga Piala Dunia 2030. Zidane sendiri menjadi pelatih kepala ke-17 bagi Prancis.

Mantan pelatih Real Madrid dan anggota tim juara Prancis 1998 akan mengambil alih kendali Les Bleus menggantikan Didier Deschamps.

Mantan pelatih Real Madrid ini, dikutip Riaupos.jawapos.com dari Fifa.com menjadi anggota ketiga dari generasi Prancis 1998 yang menduduki jabatan tersebut.

Baca Juga: Zinedine Zidane Tidak Sabar Hadapi Italia Besutan Mancini di UEFA Nations League

Nama Zinedine Zidane telah menjadi pilihan yang paling banyak diprediksi selama berbulan-bulan, dan kini pengumuman resminya akhirnya tiba: legenda Les Bleus tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional Prancis.

Zidane menandatangani kontrak berdurasi empat tahun hingga berakhirnya Piala Dunia FIFA 2030. Ia menggantikan Didier Deschamps, yang mengundurkan diri setelah membawa Les Bleus finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2026.

Mantan pelatih Real Madrid itu menghadapi tantangan besar untuk meneruskan warisan Deschamps, yang mengantarkan Prancis menjadi juara dunia di Rusia 2018 sebelum kembali mencapai final empat tahun kemudian di Qatar.

Baca Juga: Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa 19-23 Agustus, Mukhlisin: Jika Tak Ada dari Pusat, Pak Gubernur yang Membuka

Zidane yang kini berusia 54 tahun datang dengan rekam jejak yang nyaris sempurna, baik sebagai pemain maupun pelatih. Setelah mencetak dua gol pada final Piala Dunia 1998 yang menghadirkan bintang pertama bagi Les Bleus, Zidane kemudian dipercaya menjadi kapten tim pada Piala Dunia 2006.

Di turnamen tersebut, ia tampil luar biasa saat menghadapi Spanyol, Brasil, dan Portugal sebelum menutup karier internasionalnya pada final melawan Italia.

Dalam pertandingan itu, ia mencetak gol melalui eksekusi penalti Panenka yang ikonis. Namun, laga tersebut berakhir dengan kekecewaan setelah Prancis kalah melalui adu penalti usai Zidane menerima kartu merah pada babak perpanjangan waktu.

 

Sebagai pelatih, Zidane memulai kariernya sebagai asisten Carlo Ancelotti di Real Madrid sebelum menangani Real Madrid Castilla dan akhirnya dipercaya memimpin tim utama.

Bersama Los Merengues, ia mengukir sejarah dengan membawa klub tersebut meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kompetisi tersebut.

Mengandalkan dua sistem permainan—4-3-3 yang diwarisinya dari Ancelotti dan kemudian dikembangkannya menjadi formasi 4-4-2 yang lebih seimbang—Zidane mempersembahkan 11 trofi selama enam musim menangani klub, termasuk dua gelar Piala Interkontinental FIFA.

Baca Juga: Anda Wajib Tahu! Harga Pertamax di Wilayah Sumbagut Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Ia kini menjadi pelatih tersukses ketiga dalam sejarah Real Madrid, hanya berada di belakang Miguel Munoz dan mentornya, Ancelotti, yang masing-masing mengoleksi 14 dan 15 gelar.

Secara individu, pria asal Prancis itu meraih penghargaan Pelatih Pria Terbaik FIFA 2017 hanya 653 hari setelah ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid, sebuah rekor tersendiri.

Kini, setelah resmi menjadi pelatih kepala Les Bleus, Zidane menjadi anggota ketiga dari skuad juara Piala Dunia 1998 yang secara berurutan menangani tim nasional Prancis, setelah Laurent Blanc (2010–2012) dan Didier Deschamps (2012–2026).

Editor : Eka G Putra
pelatih prancis les blues timnas prancis didier deschamps piala dunia 2030 zinedine zidane