Usik Kemapanan Nerazzurri

Tim Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:19 WIB
RUBEN AMORIM.(JPG)
RUBEN AMORIM.(JPG)

 

PERTH (RIAUPOS.CO) -  AC Milan selalu di ba­wah rival sekota, Inter Milan, di klasemen akhir Serie A tiga musim terakhir. Tepatnya sejak Rossoneri –sebutan AC Milan– meraih scudetto pada musim 2021-2022. Di sisi lain, Nerazzurri –sebutan Inter Milan– dua kali meraih scudetto (2023-2024 dan 2025-2026). Sementara pada 2024-2025, Nerazzurri hanya kalah 1 poin dari SSC Napoli yang finis teratas.

Musim ini, Rossoneri berupaya menyaingi kemapanan Nerazzurri dengan mendatangkan Ruben Amorim sebagai allenatore baru bagi Mike Maignan dkk. Memboyong striker Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain (PSG) menambah kental nuansa Portugal selain mempertahankan wide attacker Rafael Leao. 

Koneksi Portugal itu diharapkan jadi senjata ACM saat mengukur kekuatan lawan Inter dalam laga pramusim bertajuk Derby della Madonnina ke-247 di Optus Stadium, Perth, petang nanti (siaran langsung MDTV pukul 18.00 WIB).

Baca Juga: Petenis Belia PTPN IV Regional III Juara Umum

“Kami ingin mengalahkan Inter, tetapi kami juga ingin mempersiapkan diri kami untuk laga melawan Torino FC (giornata pembuka Serie A, 24/8, red). Di periode pramusim, persiapan menghadapi musim kompetisi sangat penting,” ungkap Amorim dalam konferensi pers kemarin (4/8).

“Kami juga ingin menempatkan pemain menuju kondisi terbaik mereka,” imbuh mantan pelatih Manchester United dan Sporting CP tersebut. 

Menanti Aksi Pemain Baru

Bukan sekadar derbi Milan, laga petang nanti merupakan momen rekrutan baru kedua klub menampilkan aksi perdana. ACM berpotensi memainkan Ramos untuk kali pertama setelah tidak tampil dalam dua laga pramusim sebelumnya, masing-masing lawan Milan Futuro di Milanello (19/7) dan Celtic di Celtic Park, Glasgow (26/7). 

Baca Juga: Peringkat Dunia FIFA usai Pesta Sepak Bola Piala Dunia 2026, Spanyol Ranking 1 Geser Argentina, Norwegia Naik 12 Peringkat, Indonesia?

Sementara bek tengah baru Inter, John Stones, juga bisa memainkan laga debut.

Stones yang menggantikan Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij diproyeksikan bertandem-dengan Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni. “Stones adalah bek yang sangat berpengalaman dan Inter membutuhkan karakter seperti dia,” kata Yann Bisseck, bek tengah Inter, dilansir dari La Gazzetta dello Sport.

Misi Chivu Akhiri Tren Negatif

ACM selalu jadi kryptonite Inter dalam semua ajang sejak musim 2024-2025. Dari tujuh kali derbi Milan, hanya dua kali Inter bisa menahan ACM. Lima laga sisanya, Nerazzurri selalu kalah, termasuk dua kali pada musim lalu. Rapor negatif itulah yang ingin diakhiri Chivu musim ini.  “Derbi selalu menjadi laga spesial meski dalam pramusim. Laga nanti pasti akan menjadi laga yang hebat untuk ditonton para fans,” kata Chivu di laman resmi klub.(ren/dns/jpg) 

Editor : Arif Oktafian
derby della madonnina inter milan ac milan